Gubernur Abdul Wahid Tegaskan Siak Harus Segera Atasi Krisis Fiskal dan Kembangkan Ekonomi Inklusif


Rabu, 04 Juni 2025 - 14:53:15 WIB
Gubernur Abdul Wahid Tegaskan Siak Harus Segera Atasi Krisis Fiskal dan Kembangkan Ekonomi Inklusif

Gubri Abdul Wahid

RIAUIN.COM – Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa Kabupaten Siak harus segera melakukan perubahan fundamental dalam arah pembangunan ekonomi. Hal ini disampaikannya saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Siak, Afni dan Syamsurizal, pada Rabu (4/6/2025).

Dalam sambutannya, Wahid menyoroti kondisi keuangan daerah yang mengalami tekanan, serta perlunya meninggalkan ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas (migas).

"Riau sering dilihat sebagai wilayah yang kaya, tetapi kenyataannya kita sedang menghadapi defisit anggaran. Ini adalah tantangan nyata yang harus dihadapi dengan serius," kata Wahid.

Ia mengajak kepemimpinan baru di Siak untuk memperluas basis ekonomi daerah melalui sektor-sektor strategis seperti kehutanan, pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif.

“Era ketergantungan pada sumber daya alam sudah lewat. Sekarang saatnya membangun ekonomi yang berbasis inovasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia. Saya percaya Siak mampu,” ujarnya.

Abdul Wahid juga mengingatkan pentingnya tata kelola anggaran yang efisien dan berpihak pada kebutuhan publik. Ia menegaskan bahwa setiap belanja daerah harus dirancang secara tepat sasaran, transparan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Pelantikan ini turut disemarakkan dengan nuansa kearifan lokal, salah satunya penggunaan kendaraan odong-odong buatan warga setempat sebagai bagian dari acara. Wahid menilai langkah ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi rakyat.

“Saya menghargai pendekatan ini. Bukan sekadar seremonial, tetapi juga membawa pesan kuat soal keberpihakan pada pelaku usaha kecil,” ungkapnya.

Mengakhiri pidatonya, Gubernur menyampaikan harapan agar pemerintahan yang baru segera menyusun langkah konkret berdasarkan kebutuhan masyarakat. “Mari kita rawat nilai-nilai lokal dan tetap menjaga jati diri. Takkan Melayu hilang di bumi,” tutup Wahid. (Nab)