Desa Sibabat Panen Jagung Nasional Tahap II, Polres Inhu dan PT Inecda Turun ke Ladang


Rabu, 04 Juni 2025 - 11:30:17 WIB
Desa Sibabat Panen Jagung Nasional Tahap II, Polres Inhu dan PT Inecda Turun ke Ladang

RIAUIN.COM- Hamparan ladang jagung pipil yang menghijau menambah asri Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pagi itu, Selasa (3/6/2025) merupakan momen panen perdana skala nasional Tahap II jangung pipil. Panen raya kali ini menjadi simbol sinergi antara Polres Inhu, PT Inecda Plantation, Dinas Pertanian, serta masyarakat lokal dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI, khususnya di sektor ketahanan pangan nasional.

Dalam suasana penuh syukur dan gotong royong, warga bersama aparat kepolisian dan mitra perusahaan bergandengan tangan memanen hasil kerja keras mereka. Program panen ini merupakan bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan desa dan mendukung pencapaian kemandirian ekonomi berbasis pertanian.

Kepala Desa Sibabat, Jamini SPd menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap program ini tidak berhenti di sini.

"Harapan saya, program ini bisa berkesinambungan. Kami juga berharap perhatian dan bantuan dari Dinas Pertanian dalam bentuk sarana dan prasarana pertanian yang lebih modern, agar Desa Sibabat bisa menjadi lumbung pangan yang handal," ujarnya kepada wartawan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Panen raya ini dihadiri berbagai pihak, termasuk Wakapolres Inhu KOMPOL Manapar Situmeang SH SIK MH yang hadir mewakili Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar. Turut hadir pula Camat Seberida Agus Rianto SE MH, Kepala BPS Inhu, Kapolsek Seberida Yudha Efiar SH, perwakilan Dinas Pertanian, Kepala Bulog, serta unsur masyarakat seperti Kelompok Tani “Semangat Baru” dan para Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Wakapolres Inhu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada kelompok tani. “Panen hari ini bukan hanya hasil dari benih jagung yang tumbuh, tetapi juga dari keringat, semangat, dan ketekunan kelompok tani kita yang luar biasa,” ucapnya.

Menurut Wakapolres, jagung bukan hanya sekadar komoditas pangan. Ia menilai hasil panen ini sebagai simbol harapan—harapan akan kemandirian pangan, kekuatan ekonomi desa, serta keberlangsungan kesejahteraan generasi yang akan datang. Pernyataan ini disambut antusias oleh para petani dan undangan yang hadir.

Sementara itu, pihak PT Inecda Plantation menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Mereka juga berjanji akan terus mendampingi masyarakat dalam program budidaya pertanian berkelanjutan.

Acara panen bersama dilakukan dengan penuh keceriaan. Para petani, aparat, dan tamu undangan turun langsung ke ladang, memetik jagung dengan tangan mereka sendiri. Sorak-sorai dan tawa menambah semarak suasana, sementara kamera dari media dan dokumentasi resmi tak henti mengabadikan momen bersejarah ini.

Setelah sesi panen, acara dilanjutkan dengan dialog antara petani, pemerintah, dan mitra korporasi. Beberapa permasalahan seperti ketersediaan alat pertanian modern, bibit unggul, dan pelatihan teknis juga dibahas agar produktivitas pertanian di Desa Sibabat dapat terus meningkat.

Dinas Pertanian Kabupaten Inhu menegaskan bahwa mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung pertanian rakyat melalui program bantuan alat pertanian, pelatihan, dan akses pemasaran. Ini sejalan dengan misi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa.

Panen jagung di Desa Sibabat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi langkah nyata menuju pembangunan desa mandiri dan berdaya saing di bidang pertanian. Dengan kolaborasi yang terus berlanjut, masyarakat Desa Sibabat optimis akan masa depan pertanian yang lebih cerah dan produktif. -rls