Warga Bahtera Makmur dan Bagan Batu Keluhkan Bau Limbah Diduga dari PKS SIA


Ahad, 25 Mei 2025 - 20:26:23 WIB
Warga Bahtera Makmur dan Bagan Batu Keluhkan Bau Limbah Diduga dari PKS SIA

RIAUIN.COM— Warga Kepenghuluan Bahtera Makmur dan sekitarnya di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sinergi Integritas Agroindustri (SIA) di kilometer 5 Bahtera Makmur.

Keluhan warga semakin sering terdengar karena pencemaran udara yang ditimbulkan menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama pada malam hingga dini hari. Bau menyengat itu disebut-sebut mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Azwan Habib Gultom, salah seorang warga yang tinggal sekitar 500 meter dari pabrik, mengaku bau busuk mulai tercium sejak dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.40 hingga 04.00 WIB, terutama saat angin bertiup ke arah pemukiman.

“Tadi pagi sekitar pukul 03.40 sampai pukul 04.00 baunya sangat menyengat. Kalau angin ke arah rumah warga, kami yakin bau itu dari limbah PKS SIA. Sangat mengganggu, bahkan membuat sesak napas,” ungkap Gultom kepada media, Minggu (25/5/2025).

Ia juga meminta agar Pemkab Rokan Hilir, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun tangan mengecek kondisi limbah yang diduga berasal dari PKS tersebut.

“Ini bisa membahayakan kesehatan. Kami minta DLH Rohil segera turun ke lapangan,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Taufik, warga Bagan Batu. Ia menyebut bau limbah kerap tercium pada malam hari hingga subuh, bahkan mencapai kawasan kafe di sekitar Kok Tong.

“Kalau duduk di kafe itu, bau limbah sangat terasa. Tadi pagi pun dari pukul 03.40 sampai subuh masih tercium. Kalau hujan, baunya makin parah,” ucap Taufik.

Ia juga menyoroti kepulan asap hitam dari cerobong pabrik yang kerap terlihat membumbung tinggi dan terasa mengganggu.

“Kami tidak melarang perusahaan beroperasi, tapi tolong peduli dengan lingkungan sekitar. Jangan seperti pepatah, orang makan nangka, kami yang kena getahnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Humas PT SIA, Kalvin, belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut. -rls