Respons Cepat Dinas PUPR Riau, Perbaikan Jembatan Rusak di Inhu Dikebut


Selasa, 29 April 2025 - 17:45:49 WIB
Respons Cepat Dinas PUPR Riau, Perbaikan Jembatan Rusak di Inhu Dikebut

RIAUIN.COM – Pemerintah Provinsi Riau terus menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP), khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah IV, langkah cepat telah diambil untuk memperbaiki Jembatan Sei Sekayan Deras di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Tindakan ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi langsung Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang sebelumnya meninjau kondisi jembatan tersebut.

Gubernur Abdul Wahid menunjukkan perhatian besar terhadap infrastruktur daerah dengan melakukan kunjungan ke lokasi. Dalam peninjauan itu, ia melihat langsung kerusakan serius pada bagian oprit jembatan yang terdampak abrasi Sungai Indragiri. Kerusakan ini dinilai mengancam kelancaran transportasi masyarakat serta kegiatan ekonomi lokal di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti arahan Gubernur, Dinas PUPR-PKPP melalui UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV segera menurunkan tim teknis ke lokasi untuk memulai perbaikan. Kepala UPT, Ludfi Hardi ST MT, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap dan dimulai dengan pembangunan jembatan sementara yang kini telah selesai dibangun.

"Sebagai tahapan awal, kami sudah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat agar arus kendaraan tetap bisa berjalan. Selain itu, berbagai material utama seperti Spun Pile, Pipa Baja, dan Sheet Pile juga sudah kami kirimkan ke lokasi untuk mendukung perbaikan permanen," jelas Ludfi, Selasa (29/3).

Perbaikan juga mencakup pembongkaran struktur beton lama yang rusak akibat erosi sungai. Untuk mempercepat pekerjaan, alat berat seperti ponton dan crane telah dikerahkan. Perbaikan juga akan menyasar oprit arah Tembilahan sepanjang 22 meter.

Guna memastikan keselamatan dan kelancaran proses perbaikan, pihak UPT telah memasang rambu-rambu serta portal pembatas kendaraan berat. Kendaraan pribadi dan mini bus masih diizinkan melintasi jembatan darurat yang telah dibangun.

"Untuk kendaraan bertonase besar, kami sarankan menggunakan jalur alternatif melalui Simpang Granit agar proses perbaikan tidak terganggu," imbuh Ludfi.

Pemerintah menargetkan penyelesaian perbaikan dilakukan seefisien mungkin mengingat pentingnya jalur ini sebagai penghubung antara Rengat dan Tembilahan. (Nab)