Gubri Sambut Menhut dengan Adat Melayu, Dorong Penguatan Budaya dan Pembangunan Serumpun


Kamis, 24 April 2025 - 15:26:08 WIB
Gubri Sambut Menhut dengan Adat Melayu, Dorong Penguatan Budaya dan Pembangunan Serumpun

RIAUIN.COM – Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang juga menjabat sebagai Payung Panji Adat Riau, bersama sang istri menyambut kedatangan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan istri melalui prosesi adat Tepuk Tepung Tawar di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) pada Kamis (24/4/2025). Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, termasuk para Datuk, Kapolda Riau, beberapa kepala daerah, serta mantan Gubernur Riau seperti Saleh Djasit, Wan Abu Bakar, dan Rusli Zainal.

Ritual adat tepung tawar yang dijalankan menjadi simbol harapan dan doa bagi kelancaran tugas yang akan dijalankan Menteri. Tradisi ini merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Melayu yang sarat makna spiritual.

Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid menekankan bahwa penyambutan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan akar budaya dan jati diri kampung halaman. “Kita ingin memberi pesan kepada Pak Menteri, bahwa beliau sedang kembali ke tanah asalnya. Jangan lupakan Riau," ujarnya.

Menyoal stagnasi ekonomi Riau, Abdul Wahid menyampaikan inisiatif untuk menghidupkan kembali komunikasi antara masyarakat Melayu serumpun. Gagasan ini juga didukung oleh Kapolda Riau, dengan rencana konkret seperti pembentukan kembali forum Melayu Serumpun.

Salah satu gagasan besar yang diusulkan adalah pembangunan Jembatan Selat Malaka yang diharapkan menjadi penghubung fisik dan simbolis antarwilayah Melayu.

"Riau ingin menjadi pusat budaya Melayu. Kita mungkin tak bisa terus bergantung pada sumber daya alam, tapi kekayaan budaya dan adat adalah keunggulan kita. Inilah yang bisa menarik orang datang ke Riau," jelasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Kehutanan yang bersedia menyuarakan aspirasi Riau di tingkat nasional. Ia berharap kolaborasi dengan kementerian akan membuahkan solusi, terutama untuk konflik lahan adat serta pengelolaan hutan adat oleh masyarakat adat sendiri.

"Jangan ada lagi konflik adat yang dibiarkan atau proyek infrastruktur yang terbengkalai. Kami ingin hutan adat bisa dikelola oleh lembaga adat secara sah," tegas Wahid.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga tradisi dan warisan budaya. “Adat adalah identitas yang tidak boleh luntur. Saya ingin meninggalkan warisan yang baik, bukan beban,” tutupnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni merespons positif penyambutan tersebut dan menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Gubernur. “Saya yakin di bawah kepemimpinan Bang Wahid, Riau akan maju dan unggul,” katanya.

Raja Juli juga berkomitmen membangun sinergi dengan kementerian lain agar program nasional selaras dengan pembangunan di Riau. (Nab)