Buka Puasa Bersama dan Diskusi Lintas Agama, KOPRI PKC PMII Riau Gaungkan Hak dan Kesetaraan Perempuan


Rabu, 26 Maret 2025 - 07:02:21 WIB
Buka Puasa Bersama dan Diskusi Lintas Agama, KOPRI PKC PMII Riau Gaungkan Hak dan Kesetaraan Perempuan

RIAUIN.COM- KOPRI PKC PMII Riau sukses menggelar Buka Puasa Bersama dan Diskusi Lintas Agama dalam rangka memperingati International Women’s Day. Acara yang mengusung tema "For ALL Women And Girls: Rights, Equality, and Empowerment” ini berlangsung di Aula Gedung Dharma Wanita Provinsi Riau pada Minggu (23/3/2025).

Selain diskusi, agenda ini juga menghadirkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dibawakan oleh Anggota DPR RI Komisi X, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M. Diskusi lintas agama menghadirkan lima tokoh dari berbagai agama, yakni; Islam: Khoirul Huda, SSos MA (Ketua PW GP Ansor Riau). Buddha: Nery Nestary SE MM (Pemuda Buddhayana Riau), Katolik: Alimasa Gea SAg MPd (Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Riau), Kristen: Armin Antoni Silaban STh M IP (Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Riau) dan Hindu: I Nengah Tantra (Parisada Hindu Dharma Indonesia Riau)

Acara ini dihadiri mahasiswa dari berbagai organisasi seperti Cipayung Plus, PMII, KOHATI, IMM, KAMMI, GMNI, BEM perguruan tinggi se-Pekanbaru, serta organisasi paguyuban di Riau.

Ketua Panitia, Nola Nalurita, menyebut kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan di bulan Ramadan. "Ini tahun kedua kami menggelar acara ini. Terima kasih kepada para narasumber, tamu undangan, dan panitia yang telah berusaha menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.

Ketua KOPRI PKC PMII Riau, Meta Ratna Sari, menyoroti pentingnya memahami pandangan agama terhadap perempuan. "Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan spiritual. Namun, masih ada perbedaan dalam interpretasi ajaran agama terkait hak-hak perempuan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bendahara KOPRI PB PMII, Dewi Sari, mengapresiasi acara ini. "Diskusi tentang perempuan ini menarik, karena mayoritas narasumbernya justru laki-laki. Ini gebrakan progresif dan membanggakan," katanya.

Diskusi berlangsung hangat, membahas bagaimana ajaran agama bisa menjadi landasan dalam mewujudkan hak, kesetaraan, dan pemberdayaan perempuan. Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan sesi duduk melingkar yang semakin mempererat persatuan dan kebersamaan. -vie, juh