Petugas melakukan pencarian balita yang tenggelam ke parit.
RIAUIN.COM - Seorang balita, Kenzi Alvazio ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di parit sedalam 1,5 meter di area kebun kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (15/3/2025) sore.
Awalnya, korban bersama orangtuanya Rustam Efendi, pergi ke areal perkebunan kelapa sawit milik PT. PKS yang terletak di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Street yang berjarak lebih kurang 1 km dari rumah.
Setibanya di lokasi, Rustam Efendi pergi mencari kayu bakar, sedangkan korban ditinggalkan sendiri menunggu di atas motor. Ketika Rustam kembali ternyata anaknya tidak ada di motor. Lalu, Rustam berusaha mencari korban, namun setelah 15 menit anaknya tetap tidak ditemukan.
Kemudian, Rustam pulang ke rumah dan menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya atau kakek korban. Lalu, Rustam dan orangtuanya kembali ke lokasi, namun tetap saja korban tidak ditemukan. Selanjutnya, melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian setempat.
Kasat Polairud Polres Pelalawan AKP Ade Santoso berkoordinasi dengan BPBD Pelalawan, Basarnas dan warga lainnya untuk melakukan pencarian dari posisi terakhir korban berada yang diduga tenggelam di parit karena genangan air akibat banjir.
"Kemungkinan korban terjatuh ke parit yang berjarak 1, 5 meter dari lokasi," ujar Ade, Ahad (16/3/2025).
Dia menjelaskan, areal lokasi saat ini tergenang air akibat curah hujan sehingga sulit dilakukan pencarian.
"Ada hambatan seperti kurangnya peralatan penerangan karena kondisi malam hari. Lalu jarak tempuh yang jauh hanya bisa dilalui oleh kendaraan doble gardan karena jalan rusak dan tergenang air, atau menggunakan speed boat melalui kanal," ujarnya lagi.
"Setelah melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa, Ahad pagi. Diduga korban tenggelam di parit. Selanjutnya keluarga membawa mayat korban ke rumah duka," pungkasnya.(dod/ant).