RIAUIN.COM- Pemecatan lima kader Partai Golkar Riau, termasuk Ida Yulita Susanti, dinilai tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART partai. Ida pun menanggapi pemecatan tersebut dengan santai dan menyebutnya sebagai berkah Ramadhan.
Menurut AD/ART Partai Golkar, pemecatan kader merupakan wewenang Ketua Umum DPP, bukan Ketua DPD I atau DPD II. Namun, pemecatan lima kader Golkar Riau, termasuk Ida Yulita Susanti, Indra Gunawan (Eed), Sukirno, HM Wardan, dan satu kader dari DPD II Golkar Rohil, disebut tidak melalui mekanisme yang semestinya. Bahkan hingga kini, Ida mengaku belum menerima surat resmi terkait pemecatan dirinya.
"Sampai hari ini surat pemecatan itu tidak saya terima. Mereka tidak menjalankan mekanisme partai sebagaimana mestinya. Kalau dipecat dari pengurus partai memang dilakukan ketua DPD I atau DPD II, tapi kalau dipecat sebagai kader partai itu melalui mekanisme yang sudah ditetapkan partai," ujar Ida melalui saluran teleponnya, Senin (10/3/2025).
Dia menilai cara pengelolaan Partai Golkar di Riau tidak profesional dan menjadi salah satu penyebab kekalahan partai dalam berbagai kesempatan. "Wajar saja Golkar Riau kalah, karena partai ini dikelola seperti perusahaan, bukan organisasi politik yang demokratis," tegasnya.
Pemecatan terhadap dirinya terjadi karena dia mendukung calon pemimpin yang berbeda dari yang diusung oleh kelompok tertentu dalam internal Golkar Riau.
"Pemecatan ini terjadi karena kami mendukung calon lain. Tapi saya justru bersyukur, saya anggap ini berkah Ramadhan. Saya tidak sudi bersama orang-orang yang sudah menghancurkan partai," ungkapnya.
Satu lagi bukti ketidak mengertian pengurus DPD I Golkar Riau dalam mengelola partai adanya statman Sekretaris AMPG Riau Yasmin yang menyebutkan Ida Yulita Susanti sudah dipecat seagai kader Golkar. Sebab yang berhak menyampaikan pemecatan kader adalah ketua umum hasil rapat pleno partai.
"Ini satu lagi bukti bahwa mereka tak mengerti memimpin Partai Golkar yang sudah besar ini. Pantas saja Golkar Riau seperti sekarang ini, hancur ditangan sekelompok orang," ujar Ida.
Disinggung terkait kehadiran Parisman Ikhwan dalam sebuah pertemuan yang menjadi kontroversi, Ida menegaskan itu bukan agenda resmi kepartaian, melainkan hanya silaturahmi antara Ketua Bidang Pemuda DPP Golkar ex officio ketua umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Said Aldi Al Idrus dengan Wakil Gubernur Riau, SF Harianto.
"Kalau acara Golkar, siapa pun boleh hadir. Tapi ini bukan agenda kepartaian. Saya menyayangkan siap Parisman Ikhwan yang lebih dulu mengklaim bahwa dirinya diundang oleh SF Harianto dan menyebutkan dirinya sebagai petarung, karena berani datang ke markas lawan. Padahal belum ada kandidat yang resmi ditetapkan untuk menjadi calon ketua DPD I Golkar Riau, itu namanya pembohongan publik," kata Ida.
Seperti diketahui, Ida bersama empat kader lainnya yang dipecat kini telah melaporkan kasus ini ke Mahkamah Partai untuk menuntut kejelasan atas keputusan yang dinilai cacat prosedur tersebut.