Basarnas Pekanbaru Tetap Siaga Tanggap Banjir Meski Belum Ada Permintaan Evakuasi


Sabtu, 18 Januari 2025 - 18:19:00 WIB
Basarnas Pekanbaru Tetap Siaga Tanggap Banjir Meski Belum Ada Permintaan Evakuasi

Ilustrasi

RIAUIN.COM – Basarnas Pekanbaru tetap menjaga kesiapsiagaan meski hingga kini belum ada permintaan evakuasi terkait banjir yang melanda sejumlah daerah di Riau.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menegaskan bahwa pihaknya selalu memantau perkembangan terkini melalui laporan lapangan dan informasi media.

“Kami siap merespons kapan saja jika ada permintaan dari masyarakat atau pihak berwenang. Selain itu, kami terus mengawasi adanya potensi kenaikan ketinggian air,” kata Budi, Sabtu (18/1/2025).

Saat ini, tiga kabupaten di Riau, yakni Kepulauan Meranti, Rokan Hulu (Rohul), dan Indragiri Hulu (Inhu), telah memasuki status siaga darurat banjir. Kabupaten Kuansing diprediksi akan segera menyusul dengan status yang serupa.
Di tingkat provinsi, Riau juga telah menetapkan status siaga darurat hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor, beberapa waktu lalu.

Pemerintah Provinsi Riau juga telah membentuk Komando Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor: Kpts. 3823/XII/2024.

Basarnas terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan bencana selanjutnya.

“Kami akan terus bekerjasama dengan BPBD dan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir,” jelas Budi.

Ia mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai, untuk tetap waspada.

Basarnas Pekanbaru juga telah menempatkan personel dan peralatan di sejumlah lokasi strategis di Riau untuk menghadapi potensi bencana banjir. Di antaranya di Pekanbaru, dengan 66 personel, 6 perahu karet, 1 kapal 12 meter, serta peralatan pendukung lainnya; di Dumai, dengan 17 personel, 1 perahu karet, dan peralatan selam; di Rohil, Bengkalis, Tembilahan, serta Pos SAR Meranti, dengan personel dan peralatan serupa.

Budi Cahyadi menambahkan, seluruh personel dan peralatan siap siaga selama 24 jam untuk memberikan respons cepat terhadap setiap keadaan darurat. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, dan segera menghubungi Basarnas jika membutuhkan bantuan. (*)