Pemprov Riau Beri Bantuan pada Korban Banjir di Kampar


Jumat, 17 Januari 2025 - 19:08:10 WIB
Pemprov Riau Beri Bantuan pada Korban Banjir di Kampar

RIAUIN.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kampar selama beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Gunung Sahilan, dengan Desa Sahilan Darussalam, Gunung Sahulan, dan Subarak menjadi yang paling terdampak. Lebih dari 400 Kepala Keluarga (KK) mengalami kesulitan akibat banjir tersebut.

Sebagai upaya penanggulangan bencana, Pemerintah Provinsi Riau melalui Asisten I Setdaprov, Zulkifli Syukur, melakukan kunjungan ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Ia menyampaikan bahwa ribuan warga sedang menghadapi kesulitan akibat banjir yang merendam pemukiman mereka.

"Tiga desa di Kecamatan Gunung Sahilan terkena dampak banjir, dengan lebih dari 400 KK yang terdampak dan ribuan orang yang harus menghadapi musibah ini," ujar Zulkifli Syukur saat meninjau kondisi di Sahilan Darusalam, Kampar, Jumat (17/01/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Pemprov Riau menyerahkan bantuan logistik berupa 2,5 ton beras, mie instan, gula, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya kepada warga di desa-desa yang terendam banjir.

"Selain 2,5 ton beras, kami juga mendistribusikan 250 kardus mie instan, 200 kilogram gula, 250 liter minyak goreng, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan masyarakat," tambahnya.

Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan dan hidup sehari-hari. Pemprov Riau juga akan terus memantau perkembangan situasi banjir di daerah tersebut.

"Jika hujan terus berlanjut, status siaga banjir akan tetap diberlakukan," ujarnya.

Selain bantuan logistik, Zulkifli Syukur juga mengingatkan warga untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan selama masa bencana ini. Ia mengimbau agar anak-anak tidak bermain air banjir demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami harap masyarakat dapat menjaga keselamatan diri dan keluarga. Jangan biarkan anak-anak berenang atau bermain air di tengah banjir," tegasnya. (*)