DPRD Riau Soroti Dampak Banjir Tahunan, Desak Tindakan Solutif dan Terencana


Rabu, 15 Januari 2025 - 16:30:57 WIB
DPRD Riau Soroti Dampak Banjir Tahunan, Desak Tindakan Solutif dan Terencana

RIAUIN.COM - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Kasir, mengingatkan Pemerintah Provinsi Riau untuk lebih serius menangani persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah akibat intensitas hujan tinggi.

Sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Riau, Kasir meminta agar Pemprov Riau, terutama Dinas Sumber Daya Air dan BPBD Riau, segera merumuskan langkah konkret untuk mengatasi banjir.

"Penanganan banjir harus menjadi prioritas di tahun 2025. Dalam jangka pendek, harus ada upaya darurat, sementara dalam jangka panjang, pengendalian banjir harus direncanakan dan dimasukkan dalam APBD," ujarnya pada Rabu (15/1/2025).

Kasir menegaskan, banjir yang terjadi setiap tahun ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga membutuhkan solusi menyeluruh dan berkelanjutan.

"Masalah banjir yang terus berulang setiap tahun ini harus segera dicari solusinya secara menyeluruh dan tuntas," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala BPBD dan Damkar Riau, M Edy Afrizal, melaporkan bahwa saat ini empat kabupaten masih terdampak banjir. Pelalawan menjadi wilayah terbaru yang dilanda banjir setelah Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), dan Siak.

"Meski banjir di Pekanbaru sudah surut, namun Pelalawan, tepatnya Desa Lubuk Kembang Bunga di Kecamatan Ukui, masih terendam. Banjir disebabkan oleh hujan deras dan meluapnya Sungai Nilo, yang menyebabkan 29 KK atau sekitar 116 jiwa terdampak. Dua keluarga terpaksa mengungsi akibat ketinggian air yang mencapai 100 cm," jelas Edy.

Edy juga menjelaskan bahwa kondisi banjir di Kampar, Kuansing, dan Siak masih fluktuatif, tergantung pada curah hujan di hulu sungai. "Jika tidak ada hujan di hulu Sungai Kuantan, banjir bisa surut. Namun, jika ada aliran air dari Sumbar, permukaan air akan kembali naik," katanya.

Banjir di Kampar terjadi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, dengan beberapa desa seperti Kuntu, Teluk Paman Timur, dan Sungai Paku terendam oleh luapan Sungai Subayang.

Sementara itu, di Siak, banjir melanda Kampung Benteng Hilir di Kecamatan Mempura, yang menggenangi rumah-rumah warga.

Di Kuansing, dua kecamatan terendam banjir, yakni Logas Tanah Darat dan Singingi Hilir, dengan sejumlah desa yang terendam akibat meluapnya Sungai Tangean dan Sungai Kuantan.

Kasir berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, agar dampak banjir yang terus berulang bisa berkurang. (*)