Tanpa Operasi, Dua Dokter RSUD Arifin Achmad Ciptakan Terobosan Pengobatan Tumor Hemangioma


Kamis, 19 Desember 2024 - 09:22:07 WIB
Tanpa Operasi, Dua Dokter RSUD Arifin Achmad Ciptakan Terobosan Pengobatan Tumor Hemangioma

RIAUIN.COM - Dua dokter spesialis dari RSUD Arifin Achmad, dr. Hariadi Hatta, Sp.BTKV, dan dr. Hotber Pasaribu, Sp.A(K), berhasil menciptakan metode inovatif untuk menangani tumor Hemangioma tanpa melalui prosedur operasi. Ini menjadi pencapaian pertama di Indonesia.

Metode baru ini pertama kali diterapkan pada Atala Kenzio Rohman, seorang balita asal Kabupaten Siak, yang telah menderita tumor Hemangioma sejak Desember 2023.

"Kami menggunakan sclerosing agent berbahan dasar gelatin dari ganggang yang berfungsi membekukan darah dalam tumor, merusak pembuluh darahnya," jelas dr. Hariadi, Rabu (18/12/2024).

Atala sebelumnya datang ke RSUD Arifin Achmad dalam kondisi yang sangat kritis. Tumor yang menyebar dari tenggorokan ke dada, menutupi sebagian paru-paru dan mencapai liver, membuat Atala kesulitan bernapas. "Saat itu, hanya setengah paru-paru yang berfungsi," ujar dr. Hotber Pasaribu. Namun kini, Atala telah dapat bernapas normal tanpa ventilator.

Ayah Atala, Saefur Rohman, mengungkapkan perjalanan panjang pencarian pengobatan. Dari RSUD Arifin Achmad hingga RS Mahkota di Malaysia, semua usaha belum berhasil. "Kami kembali ke RSUD Arifin Achmad setelah kondisi Atala semakin parah. Alhamdulillah, dengan penanganan yang tepat, tumor mulai mengecil," ungkapnya dengan penuh haru.

Inovasi Pengobatan yang Lebih Aman Tanpa Operasi
Awalnya, tim medis mempertimbangkan untuk melakukan operasi, namun risiko yang sangat tinggi terhadap nyawa pasien membuat mereka mencari alternatif lain.

"Kami juga melakukan konsultasi dengan RSCM, tetapi biaya transportasi ventilator mencapai Rp300 juta tanpa jaminan kesembuhan," terang dr. Hariadi. Setelah diskusi intensif, diputuskan untuk menggunakan sclerosing agent yang telah diuji pada empat pasien sebelumnya dengan hasil yang sangat baik.

Metode ini akan dipublikasikan dalam seminar dan jurnal medis baik di tingkat nasional maupun internasional. "Kami berharap metode ini dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak pasien di masa mendatang," tambah dr. Hotber Pasaribu. (*)