Alokasi APBN 2025 untuk Riau Dianggarkan Sebesar Rp32,79 Triliun


Senin, 16 Desember 2024 - 16:28:45 WIB
Alokasi APBN 2025 untuk Riau Dianggarkan Sebesar Rp32,79 Triliun

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menerima alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar Rp32,79 triliun. Penyerahan Dana Alokasi Umum (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) TA 2025 ini diumumkan oleh Kementerian Keuangan melalui Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau, Heni Kartikawati, di Gedung Balai Pauh Janggi, Kota Pekanbaru, Senin (16/12/24).

Heni Kartikawati menjelaskan, anggaran tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di daerah. Alokasi tersebut mencakup dana untuk Kementerian dan Lembaga Negara di Riau, serta transfer ke daerah untuk 13 pemerintah daerah.

“Untuk Provinsi Riau, total belanja negara yang dialokasikan mencapai Rp32,8 triliun. Anggaran tersebut terbagi antara belanja satuan kerja Kementerian dan Lembaga Negara sebesar Rp7,65 triliun untuk 452 satuan kerja, dan alokasi belanja transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp25,12 triliun,” jelas Heni.

Kebijakan belanja pemerintah pusat di Riau bertujuan untuk mendukung program-program prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, peningkatan investasi, dan pengarusutamaan gender.

Adapun alokasi TKD terdiri dari beberapa komponen, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Desa. DAU menjadi alokasi terbesar untuk mendukung operasional pemerintahan daerah.

“APBN ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Riau. Kami berharap anggaran ini dapat segera diterima dan dilaksanakan lebih awal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dengan lebih cepat,” tambahnya.

Dengan alokasi anggaran ini, diharapkan Riau dapat mengatasi tantangan pembangunan yang ada, dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat menjadi kunci untuk mencapai visi pembangunan yang berkelanjutan. (*)