Pj Gubri Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi bersama Mendagri, Bahas RTRW dan Pengembangan Irigasi


Senin, 16 Desember 2024 - 16:17:50 WIB
Pj Gubri Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi bersama Mendagri, Bahas RTRW dan Pengembangan Irigasi

RIAUIN.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi, mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi secara virtual di Riau Command Center (RCC) Menara Lancang Kuning, pada Senin (16/12/2024).

Rapat ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan turut membahas berbagai isu penting, termasuk percepatan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Usai mengikuti rakor, Pj Gubernur Riau menyatakan bahwa pengendalian inflasi di tingkat nasional menunjukkan perkembangan yang baik, meski ada beberapa daerah yang masih perlu perhatian. Namun, kondisi inflasi di Riau masih sangat terkendali.

"Selain pengendalian inflasi, rapat ini juga membahas progres penyusunan RTRW," ujar Rahman Hadi.

Ia menjelaskan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menginstruksikan seluruh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk menyelesaikan proses penyusunan RTRW dan RDTR.

"Untuk Riau, kami sudah menyampaikan data yang diperlukan dan saat ini proses penyusunan RTRW sedang berjalan," tambah Pj Gubernur Riau.

Lebih lanjut, rakor ini juga menyentuh topik pengembangan irigasi dan penataan lahan sawah. Seluruh kepala daerah diminta untuk mendata sawah-sawah yang tengah produksi atau yang hanya dapat menghasilkan sekali setahun akibat terbatasnya akses air irigasi. Data ini akan menjadi dasar pembangunan infrastruktur irigasi oleh pemerintah pusat.

Mendagri Tito Karnavian menutup rakor dengan mengingatkan seluruh kepala dinas terkait, termasuk dinas perdagangan, pertanian, dan perhubungan untuk terus bekerja keras, khususnya dalam memastikan kelancaran distribusi logistik dan menjaga stabilitas pangan.

"Kami berharap cuaca mendukung, agar tidak terjadi bencana yang mengganggu kelancaran distribusi logistik," tutup Tito Karnavian. (*)