Partisipasi Pemilih Merosot di Pilkada Riau 2024, PPI Soroti Penyebabnya


Rabu, 04 Desember 2024 - 21:49:06 WIB
Partisipasi Pemilih Merosot di Pilkada Riau 2024, PPI Soroti Penyebabnya

RIAUIN.COM- Partisipasi pemilih di Provinsi Riau dalam Pilkada Serentak 2024 mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian serius Perhimpunan Pemilih Indonesia (PPI) Riau.

Witra Yeni, Koordinator Partisipasi Masyarakat PPI Riau, menyampaikan keprihatinannya dalam diskusi santai bersama pengurus PPI lainnya di Soerabi Bandung Enhaii, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. “Partisipasi pemilih yang rendah menjadi catatan penting dalam proses demokrasi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Sosialisasi PPI Riau, Fitri Heriyanti, menjelaskan bahwa rendahnya partisipasi tidak memengaruhi syarat penetapan calon terpilih. "Dalam peraturan perundang-undangan, jumlah partisipasi pemilih tidak menjadi persyaratan menentukan pasangan calon terpilih," kata Fitri.

Namun, secara politis, partisipasi pemilih dianggap krusial. “Partisipasi pemilih menjadi barometer efektivitas sosialisasi penyelenggara pemilu dan memengaruhi legitimasi pasangan calon terpilih,” tegas Khaidir, mantan Ketua Bawaslu Pelalawan. 

Faktor Penyebab Penurunan Partisipasi

Dari diskusi tersebut, beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pemilih teridentifikasi, pertama kejenuhan pemilih. Pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024 yang berdekatan dengan Pilkada pada 27 November 2024 menyebabkan kejenuhan pemilih. Kedua, dominasi aktor politik. Kombinasi pasangan calon yang dianggap “kawin paksa” oleh partai politik memengaruhi penerimaan masyarakat.

Ketiga pengawasan lemah. Kerja Bawaslu dinilai kurang maksimal, sehingga muncul istilah “Macan Ompong.” Sosialisasi kepada pemilih pemula, seperti melalui program Go to Campus dan Go to School, dinilai kurang efektif. Keempat, kendala administrasi. Banyak siswa berusia 17 tahun belum memiliki KTP elektronik, sementara regulasi mewajibkan dokumen tersebut untuk memilih. Kelima, distribusi C-Pemberitahuan. Kurangnya distribusi pemberitahuan kepada pemilih menurunkan motivasi hadir ke TPS, ditambah lokasi TPS yang lebih jauh akibat restrukturisasi.

"Tingkat partisipasi pemilih dapat menjadi indikator berhasil atau tidaknya sosialisasi oleh penyelenggara, oleh karena itu perlu berbagai upaya dan inovasi untuk menarik pemilih ke tps, membuat tps senyaman mungkin dan akses yg mudah serta arti pentingnya partisipasi publik dalam pemilihan kepada masyarakat luas," kata Teddy Niswansyah menambahkan.

Evaluasi dan Harapan

Hasan, Koordinator Umum PPI Riau, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap rendahnya partisipasi pemilih. “Ini harus menjadi cambuk bagi kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada masa mendatang,” ujarnya.

Pilkada Serentak 2024 di Riau menjadi tantangan besar dalam memastikan demokrasi tetap berjalan dengan baik dan inklusif. -juh, vie