Disperindagkop Riau Sebut Kenaikan Harga MinyaKita Masih Dalam Batas Wajar


Selasa, 19 November 2024 - 17:46:12 WIB
Disperindagkop Riau Sebut Kenaikan Harga MinyaKita Masih Dalam Batas Wajar

Ilustrasi

RIAUIN.COM - Harga minyak goreng MinyaKita di Riau turut mengalami kenaikan seiring dengan tren harga nasional. Namun, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Provinsi Riau menyebutkan bahwa harga MinyaKita di daerah tersebut masih dalam batas wajar.

Tetty Nurdianti, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UMKM Provinsi Riau, menyampaikan bahwa harga MinyaKita saat ini tercatat Rp16.444 per liter, yang mengalami kenaikan sebesar 0,17% dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp15.700. "Harga ini stabil selama seminggu terakhir," ujarnya pada Selasa (19/11/2024).

Meskipun terjadi kenaikan, Tetty menegaskan bahwa pasokan MinyaKita di Riau tetap terjaga dengan baik, dan kondisi ini mencegah adanya lonjakan harga yang signifikan. "Alhamdulillah, ketersediaan MinyaKita di Riau masih cukup aman," kata Tetty.

Dia juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga MinyaKita tidak terjadi merata di seluruh pasar, melainkan hanya terdeteksi di pasar-pasar tertentu. Disperindagkop UMKM Riau, lanjut Tetty, terus melakukan pemantauan harga secara rutin terhadap berbagai komoditas pangan, termasuk minyak goreng.

Sementara itu, pada pekan kedua November 2024, harga MinyaKita di pasar nasional tercatat mengalami kenaikan hingga melebihi HET yang telah ditetapkan. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga MinyaKita per liter saat ini mencapai Rp17.058, naik 1,05% dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag, Bambang Wisnubroto, menjelaskan bahwa harga MinyaKita saat ini sudah melampaui HET yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 18 Tahun 2024. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh lonjakan harga bahan baku utama, yaitu minyak sawit mentah (CPO), yang pada pertengahan November 2024 tercatat sebesar Rp15.350 per kilogram, meningkat 9,28% dibandingkan bulan sebelumnya.

Walaupun harga MinyaKita mengalami kenaikan, Bambang optimis bahwa kebijakan ini bisa mendorong masyarakat beralih dari minyak goreng curah ke produk MinyaKita.

Dengan demikian, diharapkan distribusi MinyaKita yang melimpah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, serta minyak goreng curah akan secara alami hilang dari pasaran. Pemerintah berharap bahwa langkah ini dapat menjaga daya beli masyarakat sambil memastikan kualitas dan harga minyak goreng tetap terjangkau. (*)