Makin Jauh Panggang dari Api, Harapan Para Datuk Miliki Rumah Adat Melayu di Kuansing Sirna


Jumat, 04 Oktober 2024 - 23:02:07 WIB
Makin Jauh Panggang dari Api, Harapan Para Datuk Miliki Rumah Adat Melayu di Kuansing Sirna

Lokasi pembangunan rumah adat Melayu yang diperuntukan oleh pemerintahan Bupati Mursini 

RIAUUN.COM- Rencana pembangunan rumah adat Melayu Riau di Kuansing tak kunjung kelihatan progresnya. Bahkan rumah adat yang menjadi dambaan para datuk dan pemangku adat di Kabupaten Kuansing itu seakan telah hilang tanpa bekas.

Pada masa Bupati Mursini beberapa tahun lalu, lokasi yang berada di samping Gedung Perpustakaan Kuansing sudah diperuntukkan untuk pembangunan Balai Adat Melayu. Namun sayangnya, pada pemerintahan sekarang justru dialihkan untuk lokasi Makam Pahlawan.

" Harapan Datuk-datuk pemangku Adat punya Balai Adat sendiri nampaknya makin jauh panggang dari api," ujar Abrinal salah seorang Datuk di Lubuk Jambi menerangkan.

Abrinal sangat menyayangkan gagalnya pembangunan rumah adat Melayu Riau itu pada tahun ini. Ironisnya lagi, kata dia, pada tahun 2021 lalu rencana Balai Adat sudah selesai gambar perencanaannya Tahun 2021.

"Marketnya dapat dilihat di Loby Kantor Dinas PUPR. Tapi tak jadi dibangun, itu yang membuat Datuk-datuk kecewa," ujarnya.

Kekecewaan juga dirasakan oleh pemangku adat di tingkat desa. Pada masa pemerintahan Suhardiman Amby, telah menjanjikan pembangunan rumah adat di Kenegerian Koto Lubuk Ambacang.

Bahkan para ninik mamak dan pemangku adat telah diminta untuk menyiapkan lahan. Setelah lahan disiapkan ternyata janji pemerintah itu kembali bohong.

"Dulu kami diminta menyiapkan lahan, setelah lahan ada, pembangunannya sampai sekarang tak kunjung ada. Bahkan dibahas pun tidak," kata Datuk Gindo Sati di Lubuk Ambacang.

Dia menyesali janji pemerintah yang membohongi Datuk-datuk dan pemangku adat. Menurutnya hal tersebut tidak mesti terjadi. "Kalau soal insentif, Ninik mamak dan pemangku sudah diberi insentif sejak pemerintahan sebelum-sebelumnya. Insentif itu bukan sejak pemerintahan sekarang," kesal Datuk Gindo Sati. (hen)