Sejumlah kader posyandu mengikuti Pelatihan Pengelolaan Rumah Produksi Pangan Olahan Untuk Makanan Tambahan (PMT). Pogram ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PHR guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam mengelola PMT yang bergizi dalam upaya mencegah stunting. | Foto : hms PHR
RIAUIN.COM– Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Riau terus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, khususnya di Provinsi Riau, melalui program PHR Peduli Stunting (Penting). Salah satu upaya yang dilakukan adalah penguatan kapasitas Kader Posyandu dalam mengelola rumah produksi Pangan Olahan untuk Makanan Tambahan (PMT).
Pelatihan pengelolaan rumah produksi PMT ini melibatkan 50 peserta, termasuk kader Posyandu, PKK, dan Kampung KB, yang berlangsung sejak Agustus hingga September 2024. Selain itu, PHR dan PKBI juga memperluas Penyuluhan Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di empat wilayah, yakni Siak, Bengkalis, Kampar, dan Pekanbaru.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PHR, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memproduksi PMT yang bergizi dan mendukung kemandirian usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Kegiatan ini sebagai langkah pencegahan stunting, di mana PKBI Riau berperan sebagai mitra PHR. Pencegahan stunting memerlukan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” ujar Koordinator Perencanaan dan Program PKBI Riau, Kuntum Khaira, Rabu (26/9/2024).

Melalui pendekatan Pentahelix, program ini bertujuan mencapai 'Zero Stunting' di Riau. Berbagai kegiatan dilakukan, termasuk pemberian PMT kepada balita dan ibu hamil berisiko, penyegaran kader Posyandu, pengadaan perlengkapan Posyandu, serta alat produksi PMT.
“Pelatihan ini tidak hanya memperkuat informasi dan pengetahuan tentang gizi, tetapi juga meningkatkan keterampilan dalam pembuatan PMT. Kami berharap ibu-ibu peserta bisa mengembangkan kemampuan dalam menyediakan makanan tambahan yang bergizi,” tambah Kuntum.
Pelatihan pengelolaan rumah produksi PMT sudah terlaksana di beberapa lokasi seperti Kampung Melayu (Pekanbaru), Desa Pulau Lawas (Kampar), Kecamatan Kandis, dan Kelurahan Air Jamban (Duri, Bengkalis).
Dedi, Sekretaris Kelurahan Air Jamban, menyampaikan apresiasi kepada PHR dan PKBI Riau atas dukungannya dalam program pencegahan stunting. “Kami berharap seluruh ibu kader dapat mengikuti program ini dengan penuh semangat agar pengetahuan yang didapat bisa diterapkan dengan baik di lapangan,” ungkap Dedi.
Dengan semangat gotong royong, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menanggulangi stunting di Provinsi Riau. PHR dan PKBI Riau berkomitmen melanjutkan kolaborasi untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat di daerah tersebut. -juh, rls