Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Targetkan 80 Persen Puskesmas Siap Implementasikan ILP


Selasa, 24 September 2024 - 23:55:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Targetkan 80 Persen Puskesmas Siap Implementasikan ILP

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto saat membuka acara sosialisasi dan advokasi ILP Bidang Kesehatan Masyarakat, Selasa (24/9/2024). | Foto : hms Pemkab Bengkalis.

RIAUIN.COM- Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan primer. Dalam upaya transformasi besar-besaran ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto menargetkan 80 persen Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas dan Posyandu aktif di Bengkalis segera menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP).

Langkah ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terpadu dan efisien, khususnya dalam upaya promotif dan preventif, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di setiap tahap kehidupan. Program ini merupakan salah satu pilar transformasi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan komprehensif di setiap siklus kehidupan masyarakat.

Kabupaten Bengkalis saat ini memiliki 20 UPT Puskesmas dan 526 Posyandu aktif. Kepala Dinas Kesehatan menargetkan 80% dari Puskesmas yang ada di kabupaten tersebut untuk segera menerapkan ILP guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. "Diharapkan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dapat lebih proaktif dalam mengimplementasikan transformasi pelayanan primer," ujarnya saat memberi sambutan pada acara sosialisasi dan advokasi ILP Bidang Kesehatan Masyarakat, Selasa (24/9/2024).

Dalam sabutannya, Kepala Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya sinergi antara seluruh kepala Puskesmas, lintas sektor, dan program agar tercipta sinkronisasi yang baik dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan primer. Kabupaten Bengkalis, dengan populasi yang beragam dari segi pendidikan, suku, dan agama, memiliki kompleksitas masalah kesehatan yang memerlukan kerja sama yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan.

Transformasi sistem kesehatan, menurutnya, sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperluas aksesibilitas bagi masyarakat. Namun, dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan sosialisasi dan advokasi ILP di Kabupaten Bengkalis bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan, fasilitasi, serta dukungan bagi penerapan layanan kesehatan primer. "Dengan adanya komitmen, kesamaan pemahaman, dan kerja sama lintas sektor, diharapkan ILP ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Acara ini diakhiri dengan pembukaan resmi kegiatan "Sosialisasi dan Advokasi Integrasi Layanan Primer (ILP)" oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan berharap program ini membawa perubahan positif dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis. -vie, inf