Halim saat disambut ribuan warga Inuman
RIAUIN.COM- Seorang nenek kontan menjadi pusat perhatian saat kunjungan Calon Bupati Kuansing H Halim ke Desa Pulau Busuk Kecamatan Inuman, Senin (23/9/2024) siang. Dengan muka sedih, nenek tersebut mengeluhkan susahnya lapangan pekerjaan di Kuansing saat ini.
Sehingga anaknya yang sudah tamat sekolah, sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Sementara suaminya dirumah menderita penyakit lumpuh.
"Susah sekolakan anak, sudah tamat tak pula ada pekerjaan sedangkan suami dirumah menderita penyakit lumpuh," ucap nenek itu sembari berlinangan air mata.
Sembari mengusap pundak sang nenek, Calon Bupati Kuansing H Halim lantas meminta nenek agar tabah menghadapi cobaan. "Sabar ya buk, kedepan kita ciptakan perubahan, ekonomi warga kita perbaiki. InsyaAllah kami akan fokus untuk mensejahterakan masyarakat jika diamanahkan," kata Halim.
Keberadaan Halim di Inuman, Senin siang dalam rangka bersilaturahmi sembari mengukuhkan tim kecamatan dan relawan di Kecamatan Inuman. Disana Halim banyak berbicara tentang program bantuan ekonomi jika dipercaya oleh masyarakat Kuansing di Pilkada 2024 ini.
"Jika bapak dan ibu mempercayakan kepada Halim-Sardiyono, kami fokus perbaikan ekonomi warga. Bantuan di sektor perkebunan dan pertanian adalah program prioritas kita kedepan," tutur Halim.
Visi dan misi Paslon HS, kata Halim tidaklah muluk-muluk. Kuansing Hebat dan Sejahterah. Dua hal ini menjadi prioritas untuk dilakukan. Hebat dibidang pelayanan dan Sejahterah perekonomian warganya.
Untuk mensejahterakan masyarakat Kuansing, ucap Halim, anggaran triliunan rupiah yang berasal dari APBD Kuansing tersebut akan dimanfaatkan seutuhnya untuk kesejahteraan warga. Disamping pembangunan, bantuan untuk petani akan diutamakan.
"Kedepan petani akan dibantu bibit sawit gratis, pupuk gratis dan percetakan sawah baru supaya Kuansing mandiri secara pangan," pungkas Halim.
Dibidang pelayanan, Halim memastikan tidak akan ada pungutan-pungutan didalam pemerintahanya kelak. "Kalau HS menang, saya jamin tidak akan ada pemotongan-pemotongan hak pegawai, ASN maupun kutipan untuk PPPK. Gak boleh ada pungut-pungutan, saya jamin," ucapnya berulang kali.
Supaya, para pegawai maupun ASN bisa melayani masyarakat secara maksimal.."Kalau pelayanan mau maksimal, maka ASN jangan dibebani dengan segala bentuk pungutan, biar mereka tenang bekerja," ujar Halim. (hen)