Prof Madya Ts Dr Muhammad Saufi Che Rusuli
RIAUIN.COM – Semangat kesukarelawanan di kalangan mahasiswa menjadi sorotan penting dalam menghadapi bencana alam di Malaysia dan berbagai masalah sosial lainnya
Hal ini disampaikan oleh Prof Madya Ts Dr Muhammad Saufi Che Rusuli, Dosen Fakultas Kewirausahawan dan Bisnis Universitas Malaysia Kelantan (UMK), dalam keterangannya kepada media.
Menurutnya, kesadaran mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sukarelawan harus terus dipupuk dan diperkuat.
“Semangat kesukarelawanan adalah fondasi bagi terciptanya warga negara yang peduli, bertanggung jawab, dan siap membantu sesama tanpa memandang perbedaan agama, ras, atau latar belakang,” ujar Saufi.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam setiap musibah yang terjadi, mengingat bencana alam seperti banjir selalu membawa dampak yang besar bagi masyarakat.
Mengambil contoh bencana banjir besar yang terjadi di Kalimantan pada tahun 2014, Dr Saufi mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
“Mahasiswa tidak seharusnya hanya digerakkan ketika bencana melanda. Partisipasi mereka harus lebih luas dan berkesinambungan dalam berbagai situasi,” tambahnya.
Melalui pengamatan terhadap berbagai program sukarelawan di kampus, Dr Saufi menyebutkan bahwa partisipasi mahasiswa di Indonesia dan Malaysia tergolong memadai, meski masih perlu peningkatan.
"Kegiatan ini membutuhkan mahasiswa yang kuat secara mental dan fisik, serta didorong oleh rasa kasih sayang, kepedulian, dan keikhlasan," jelasnya.
Lebih jauh, Saufi menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya bertanggung jawab dalam menyelesaikan studi akademik, tetapi juga harus terlibat dalam pengembangan soft skills melalui berbagai program kesukarelawanan.
“Melalui kegiatan ini, mereka belajar untuk lebih dewasa, berpikir rasional, dan menjadi pribadi yang sabar,” kata Saufi.
Ia juga menyoroti pentingnya program sukarelawan di universitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Bahkan, mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesukarelawanan di tingkat internasional.
“Sejak Tahun Relawan Nasional dideklarasikan pada 2009, kita melihat peran penting mahasiswa dan generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Banjir yang baru-baru ini melanda Pahang, Malaysia, menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa berperan aktif dalam penanggulangan bencana.
“Kita bisa melihat mahasiswa turun langsung membantu, tanpa diminta atau dipaksa. Semangat ini selaras dengan semangat Keluarga Malaysia*l yang dicanangkan oleh Perdana Menteri,” ungkap Dr Saufi.
Pada akhir wawancara, Dr Saufi menegaskan bahwa kegiatan kesukarelawanan di kalangan mahasiswa harus terus dikembangkan. Meskipun mereka mungkin tidak terkenal, kontribusi mereka sangat berharga.
“Mahasiswa juga layak disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Mereka adalah pilar penting dalam penanganan bencana dan pembangunan sosial,” tutupnya. - rum