Terluka saat Bentrokan, Dua Mahasiswa UR Harus Dirawat Inap di Rumah Sakit


Ahad, 08 Oktober 2017 - 09:41:32 WIB
Terluka saat Bentrokan, Dua Mahasiswa UR Harus Dirawat Inap di Rumah Sakit
PEKANBARU, Riauin.com - Sedikitnya dua orang mahasiswa Universitas Riau (UR) harus menjalani rawat inap di rumah sakit akibat menjadi korban luka-luka dalam peristiwa bentrokan antara ratusan mahasiswa dua fakultas, Fisip dan Teknik pada Kamis (5/10/17) lalu. Dua hari pasca bentrokan, dua mahasiswa itupun masih tetap menjalani perawatan di dua rumah sakit yang berbeda di Pekanbaru.

"Saat ini (dua hari pasca kejadian), masih ada 2 mahasiswa kita yang dirawat di rumah sakit. Satu di RS Awal Bros dan satu mahasiswa lagi dirawat di RS Aulia," ujar Rektor UR, Prof Dr Aras Mulyadi didampingi masing-masing Dekan serta Gubernur BEM dari Fisip maupun Fakultas Teknik ketika menggelar jumpa pers di Aula Gedung Pascasarjana, Komplek Kampus Gobah UR, di Jalan Pattimura, Sabtu (07/10/17).

Aras menyebutkan, kedua mahasiswanya itu terpaksa dirawat karena menderita luka-luka yang cukup parah, terutama di bagian kepala. Selain yang dirawat inap, ada pula beberapa mahasiswa terluka lainnya yang mesti rawat jalan.

"Kita (Universitas Riau) yang menanggung semua biaya perawatan dua mahasiswa yang dirawat inap tersebut, termasuk juga mahasiswa yang rawat jalan," tegasnya.

Sebelumnya, dua hari pasca bentrokan ratusan mahasiswa dari Fisip dan Teknik yang terjadi pada Kamis (5/10/17) lalu, pihak Universitas Riau (UR) akhirnya memberikan pernyataan resmi ke publik mengenai rentetan kejadian, penyebab terjadinya bentrokan serta upaya yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

Rektor UR, Prof Dr Aras Mulyadi menjelaskan, pihaknya juga telah membentuk tim investigasi yang akan mencari tahu keseluruhan fakta mulai dari awal hingga pasca bentrokan. Meski tidak merinci jumlah anggota dari tim pencari fakta tersebut, namun Aras menegaskan bahwa tim pencari fakta itu nantinya bertanggung jawab pula secara penuh untuk mencari tahu siapa provokator dibalik kejadian tersebut.

Selain membentuk tim investigasi, pihaknya pun telah melakukan beberapa langkah lain guna menciptakan kondusifitas kampus, terutama terhadap dua fakultas yang terlibat bentrok (Fisip dan Teknik).

Langkah-langkah itu yakni meliburkan seluruh mahasiswa/i Fisip dan Teknik selama sepekan, terhitung sejak 6 Oktober sampai 13 Oktober pekan depan. Kemudian mewajibkan kedua belah pihak fakultas, mulai dekan, wakil dekan, para dosen hingga ke mahasiswa agar saling berkonsolidasi menjaga keamanan fakultasnya masing-masing. Selanjutnya, memediasi kedua fakultas agar berdamai dan saling memaafkan.(rtc)