Gunakan Teknologi Kelola Sampah, DLH Kampar Undang Delegasi Malaysia


Kamis, 11 Juli 2024 - 21:09:28 WIB
Gunakan Teknologi Kelola Sampah, DLH Kampar Undang Delegasi Malaysia Kepala DLH Kampar menerima kunjungan delegasi Malaysia.

RIAUIN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar mengundang delegasi dari Malaysia untuk mendalami tentang pengelolaan sampah dengan menerapkan teknologi khusus.

Kedatangan delegasi Malaysia disambut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar Yuricho Effril. Rombongan diajak meninjau Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) di Kecamatan Bangkinang. 

Yuricho didampingi Kepala Bagian Kerjasama Setda Kampar Zaki Rahman dan lima orang delegasi Malaysia yang dipimpin mantan Menteri Industri dan Perkebunan Malaysia Datuk Hj Zuraida binti Kamaruddin didampingi Datuk Zaim, Wahyu dan dua orang staf meninjau pengelolaan sampah yang ada di Desa Laboy Jaya, Kecamatan Bangkinang. 

"Kedatangan delegasi Malaysia ini tentunya akan memberikan manfaat terhadap pengelolaan sampah, apalagi dengan mengusung teknologi pengelolaan sampah seperti pemisah sampah, organik dan sampah plastik  sehingga sampah yang ada tidak over load di TPAS," terangnya, Kamis (11/7/2024).

Dia menjelaskan, saat ini sebanyak 65 ton sampah masuk setiap harinya di areal TPAS Bangkinang dengan luas lahan 6 ha. Sampah ini berasal dari masyarakat Kota Bangkinang dan kecamatan yang ada di sekitarnya.

"Namun dari sekian banyak sampah yang masuk belum dikelola dengan menggunakan teknologi. Semoga dengan kunjungan ini dapat kita kerjasamakan dengan pihak Malaysia menggunakan teknologi pengolah sampah," jelasnya.

Sementara itu, Datuk Hj Zuraida binti Kamaruddin yang banyak bergerak di bidang persampahan dan sosial tersebut menyatakan sangat bangga telah diterima oleh Pemkab Kampar dalam upaya kerjasama pengolahan sampah.

"Insya Allah kami siap menanam modal di TPAS ini, tentunya berkolaborasi dalam pengelolaan sampah di Kampar," ujarnya.

Dia mengatakan, persoalan ini akan dianalisis terlebih dulu terkait teknologi yang tepat untuk mengolah sampah di Bangkinang.(nal/antara).