Ngeri! 2 Pekerja Renovasi Masjid Islamic Centre Kabupaten Kampar Terjatuh Saat Kerja, Satu Tewas Mengenaskan


Senin, 24 Juni 2024 - 11:50:07 WIB
Ngeri! 2 Pekerja Renovasi Masjid Islamic Centre Kabupaten Kampar Terjatuh Saat Kerja, Satu Tewas Mengenaskan Masjid Isamic Center Kabupaten Kampar. | Foto ; Dok

???????RIAUIN.COM- Ternyata ada cerita kelam di balik tidak selesainya proyek renovasi kubah Masjid Islamic Centre Kabupaten Kampar di Bangkinang Kota hingga mencapai bobot seratus persen.

Dari informasi yang diungkap oleh Pengurus Masjid Islamic Centre, Ustadz Jon Kanedi, dua orang pekerja proyek renovasi kubah masjid yang bernilai Rp6,7 miliar tersebut terjatuh dari ketinggian saat bekerja. Satu orang pekerja disebutnya tewas dan satu lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan mengalami patah tulang rusuk.

"Yang satu tewas sempat dibawa ke Puskesmas di depan masjid (Puskesmas Bangkinang Kota)," ujar Jon Kanedi kepada wartawan, Jumat (21/6/2024).

Katanya, pekerja yang tewas berasal dari Medan sedangkan pekerja yang cidera dengan kondisi patah tulang rusuk dibawa ke kampungnya di Indragiri Hulu (Inhu).

"Kami pengurus sempat ngumpulin uang untuk memberikan santunan ke korban, kami berikan ke korban yang di Inhu," ungkapnya.

Kejadian itu, menurutnya terjadi pada tanggal 24 Februari 2024 di masa penambahan waktu (Addendum) kedua. "Kan dua kali penambahan waktu, kejadian itu tanggal 24 Februari, berarti di masa penambahan waktu kedua," ucap Jon sembari memastikan tanggal peristiwa itu dengan melihat data di Hp miliknya.

Jon pun menduga, di hari kejadian naas itu, pekerja yang tewas tersebut tidak menggunakan tali pengaman. Ia pun heran, mengapa di hari itu pekerja tersebut tidak menggunakan tali pengaman, seperti yang biasa ia lakukan di hari-hari sebelumnya.

"Ada dugaan, dia sengaja tidak memakai tali pengaman di hari itu, katanya dengar-dengar dia lagi ada masalah rumah tangga," bebernya.

Ia pun menampik sepinya jamaah saat ini karena kejadian mengerikan itu, tapi berkurangnya jumlah jamaah lebih karena kapasitas masjid yang memang dikurangi selama proyek renovasi tersebut.

"Tak ada hubungan kejadian itu dengan berkurangnya jamaah masjid, memang karena saat ini hanya seperdelapan areal dalam masjid yang bisa digunakan. Kalau kegiatan tetap seperti biasa, tak ada yang kita kurangi. Hanya saja jumlah jamaahnya yang dibatasi," beber Jon.

Beberapa waktu lalu, wartawan sempat bertanya kepada Surya selaku PPK proyek renovasi kubah Islamic Centre. Surya justru mengatakan tidak mengetahui kapan peristiwa naas itu terjadi. Ia seperti tak mengakui kalau kejadian itu benar ada. Menurut dia, pada tanggal 14 Februari 2024 proyek sudah berstatus putus kontrak.

"Tanggal 14 Februari kita sudah putus kontrak," ujar Surya.

Kata Ketua LSM KPK-Nusantara Kabupaten Kampar, Dedi Osri menyatakan peristiwa tewasnya pekerja proyek milik PUPR Kampar tersebut sebagai sebuah tragedi. Menurutnya, pihak Dinas PUPR bersama perusahaan rekanan harus bertanggung jawab penuh. Baik dalam hal memberikan santunan kepada keluarga korban, maupun bertanggung jawab secara hukum apabila unsur-unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

"Dugaannya tentu pada penerapan K3-nya seperti apa. Sesuai standar atau tidak. Ini perlu didalami oleh penegak hukum," ucap Dedi Osri.

Menurutnya, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Ia pun lantas mempertanyakan apakah hal itu sudah terpenuhi secara maksimal pada proyek ini?

Kata Dedi, apapun dugaan-dugaan yang terjadi dalam kejadian ini perlu diungkap terutama oleh pihak penegak hukum.
Pasca-direhab dengan menelan anggaran Rp6,7 miliar tak membuat masjid kebanggaan masyarakat Kampar tersebut bisa digunakan untuk beribadah secara sempurna. Pasalnya, bagian dalam masjid hanya sebagai kecil saja yang dapat digunakan untuk sholat lima waktu.

Kondisi ini membuat masyarakat Bangkinang Kota, bernama Muslim geram kepada otoritas di daerah. Mulai dari bupati, sekda, Kepala Dinas PU hingga 45 anggota dewan tak luput dari luapan kekecewaan Muslim. Ia sampai meneteskan air mata saat melihat langsung kondisi masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kampar tersebut.

Menurut Muslim APBD Kampar seharusnya dipergunakan untuk hal-hal yang prioritas seperti membangun infrastruktur jalan dan jembatan serta digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan angka kemiskinan yang masih di atas 7 persen.

Salah satu hal yang juga menjadi prioritas saat ini sebut Muslim ialah merenovasi Masjid Islamic Centre dengan anggaran maksimal yang kondisinya mengalami kerusakan cukup parah.

"Malu kita sebagai orang Kampar yang berjuluk Negeri Serambi Mekkah, akan tapi Masjid Islamic Centre-nya rusak, tak bisa lagi dipakai untuk beribadah secara sempurna," ujar Muslim saat mendatangi masjid besar yang terletak tidak jauh dari Rumah Dinas Bupati Kampar tersebut pada Sabtu (1/6/2024).

Muslim mengingatkan pemerintah daerah untuk serius membenahi tempat beribadah utama di Kampar yang dinamai dengan Masjid Islamic Centre Bangkinang itu. Dia mendesak Bupati dan DPRD untuk menyelesaikan renovasi masjid secepat mungkin supaya masyarakat dan jamaah bisa beribadah kembali di sana dengan nyaman dan sempurna.

Pria yang akrab disapa Udo ini mengaku sangat geram kepada anggota DPRD Kampar yang seharusnya bisa memberi tekanan dan tindakan yang lebih keras kepada bupati dan jajaran untuk lebih mengutamakan kesempurnaan bangunan Islamic Centre Bangkinang. Namun nyatanya tidak demikian. DPRD menurutnya justru terkesan cuek dan diam saja.

Lelaki paruh paya yang juga aktif di LSM Penjara Kabupaten Kampar itu mengatakan, selain mengecam pemerintah dan dinas serta seluruh pihak terkait, dia juga akan mempertimbangkan untuk melaporkan persoalan ini ke pihak penegak hukum.

Dia menduga proyek renovasi Islamic Centre senilai Rp6,7 miliar pada tahun 2023 lalu juga disinyalir bermasalah. "Proyek tidak selesai 100 persen bisa dibilang mangkrak menjadi tanda tanya bagi kalangan wartawan dan LSM. Nanti kita pertimbangan untuk melaporkan ini ke penegak hukum," tutur Muslim.

Muslim juga meminta para penegak hukum untuk berinisiatif menelisik perkara ini. Apakah ada unsur dugaan pelanggaran pidana di situ atau tidak.

Sebelumnya, proyek renovasi Masjid Islamic Centre Kabupaten Kampar di Kota Bangkinang tahun 2023 yang menelan anggaran sebesar Rp6,7 miliar tidak selesai 100 persen.

Menurut Surya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), status proyek itu kini telah putus kontrak. Pihak kontraktor sudah diberi dua kali kesempatan tambahan waktu, akan tetapi proyek tetap tidak selesai.

"Sesuai Perpres (Peraturan Presiden) tak ada kesempatan tambahan untuk ke-3 kalinya," ujar Surya, kepada wartawan, Minggu (5/5/2024).

Menurut Surya, bobot akhir yang berhasil dirampungkan oleh rekanan adalah sebesar 91 persen saja. Lebih lanjut Surya menerangkan, dari bobot 91 tersebut, pihaknya baru membayar sebesar 74 persen dari seluruh anggaran.

"Untuk pembayaran sisanya menunggu hasil audit," beber Surya.

Surya mengatakan, saat ini proses audit terhadap proyek tersebut tengah berlangsung. Pihaknya melibatkan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam audit ini.

Tokoh masyarakat Bangkinang Muhammad Idris juga kecewa dengan gagal rampungnya proyek renovasi kubah masjid yang menjadi ikon Kabupaten Kampar tersebut.

Dia menyebut, dampak dari tidak maksimalnya anggaran untuk proyek renovasi tersebut, mengakibatkan hanya seperdelapan dari areal dalam masjid yang bisa digunakan saat ini untuk beribadah.

Lebih jauh, Muhamad Idris mempertanyakan mengapa anggaran yang dialokasikan untuk renovasi masjid hanya sebesar Rp6,7 miliar, tidak Rp40 miliar seperti kebutuhan dan usulan awal.

"Saat ini hanya seperdelapan dari masjid yang bisa digunakan untuk ibadah," ucap Muhammad Idris di kantor PDI-P Kampar, saat mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati untuk Edwin Pratama Putra, beberapa waktu lalu. -naz