Suasana Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru/foto:dnr RIAUIN.COM - Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Riau telah berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Sementara, dua heli water bombing juga dikerahkan untuk memadamkan api di Desa Lubuk kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan. Selain itu, regu Manggala Agni disiagakan untuk berjaga-jaga.
"Kabut asap kiriman, di Jambi dan Sumsel masih terjadi Karhutla. Sementara arah angin mengarah ke Riau. Helikopter water bombing yang sebelumnya di Riau juga sudah dikirim ke Sumsel," kata Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal, Minggu (1/10/2023).
Informasi terakhir, BPBD memastikan karhutla di Provinsi Riau sudah terkendali. Sementara, kabut asap yang tampak di Kota Pekanbaru beberapa hari terakhir adalah kabut asap kiriman dari provinsi tetangga yakni Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). Karena di dua provinsi tersebut masih terus terjadi Karhutla. Untuk itu, helikopter water bombing yang sebelumnya berada di Riau juga sudah dikirimkan.
"Regu Manggala Agni yang dikirim ke Sumsel berasal dari Jambi bukan Riau. Regu Manggala Agni di Riau masih standby," ujarnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya kabut asap, BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat lahan yang terbakar.
Sesuai data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 114 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Keseluruhan hotspot itu terdeteksi di 9 kabupaten. Kabupaten Kampar 1 titik, Kuantan singingi 7, Pelalawan 5, Rokan Hilir 3, Rokan hulu 17, Indragiri Hilir 37 dan Indragiri Hulu 44.
Cuaca Kota Pekanbaru beberapa hari belakangan terlihat kabur dan terlihat mulai diselimuti kabut. Dari pantauan, pagi hingga siang hari kabut tipis terlihat dan sedikit mengurangi jarak pandang.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Ramlan menjelaskan, bahwa hal itu dipicu pergerakan asap karhutla dari provinsi tetangga.
"Beberapa hari ini Riau memang terjadi kabut Asap akibat kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah di Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu. Di samping itu banyak juga kabut asap yang terjadi di sekitar Jambi dan Palembang sehingga menambah akumulasi kabut asap di Riau, karena arah angin dari tenggara," kata Ramlan.
Kemudian, jarak pandang (visibilitas) masih diatas 1 kilometer, sehingga masih aman utk take off and landing pesawat terbang. "Bila visibility kurang dari 1 Km tidak aman utk landing (mendatang), kondisi ini lebih sering terjadi pagi hari antara pukul 6-7 WIB," paparnya.
Sebab itu, kualitas udara di Kota Pekanbaru sesuai data Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) BMKG cenderung tidak sehat dengan nilai 94.20 µgram m3.-dnr