Polisi Masih Buru Suami Pembunuh Istri di Dumai


Jumat, 01 September 2023 - 05:39:09 WIB
Polisi Masih Buru Suami Pembunuh Istri di Dumai Ilustrasi/foto: via Ganda

RIAUIN.COM - Sampai saat ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dumai masih memburu S, pelaku utama pembunuhan ibu rumah tangga bernama Kartini (41 tahun). S yang tak lain adalah suami korban sendiri sudah ditetapkan oleh polisi dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Masih dalam pencarian, mohon doanya ya, nanti kita infokan," kata Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton, Kamis (31/8/2023).

Seperti diketahui, jasad Kartini ditemukan terbungkus karung dan dibuang di pinggir parit di bawah jembatan, tepatnya di Jalan Akasia, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, pada Jumat (25/8/2023).

Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Bayu R Effendi mengungkapkan, awalnya polisi mendapat laporan dari warga adanya penemuan mayat perempuan yang terbungkus karung. "Kami langsung ke lokasi, ternyata benar ditemukan sesosok mayat perempuan di dalam karung dalam kondisi terikat," kata dia.

Dari hasil penyelidikan, karung yang digunakan untuk membungkus jasad korban berasal dari kios di rumah Kartini. "Dari situlah terungkap tabir pembunuhan ini sehingga menjadi jelas dan terang bahwa pelakunya yang sudah kita amankan dan (ayahnya, red) masih DPO," paparnya.

Kemudian, untuk memastikan kematian korban, polisi telah melakukan autopsi. Hasil autopsi terhadap jenazah korban, ditemukan remuk pada bagian dada dan tulang leher. "Hal ini menyebabkan korban meninggal dunia, diduga karena dihantam benda tumpul," tuturnya.

Dalam kasus ini polisi mengamankan dua anak korban yang masih dibawah umur yang terlibat dalam aksi pembunuhan itu. Kedua anak itu yakni K (14 tahun) dan L (12 tahun), keduanya merupakan anak tiri dan anak kandung korban.

Sementara, suami korban kabur setelah mendapat informasi dari kedua anaknya bahwa mayat ibu mereka sudah ditemukan.

"Setelah diketahui melalu grup WA ada penemuan mayat, anak tersebut menginformasikan ke orangtuanya banh sudah ada penemuan mayat. Akhirnya bapaknya melarikan diri dan saat ini Tim sedang bekerja," kata Bayu.

Dijelaskan, dari pengakuan sementara kedua anak korban, motif mereka melakukan pembunuhan ibunya tersebut karena dendam.

"Modusnya dendam, karena korban ini sering melakukan KDRT terhadap anak-anaknya. Anaknya juga tidak dibiarkan sekolah dan belajar seperti anak-anak lainnya. Mereka diminta untuk bekerja dari subuh hingga sore. Ada kekerasan fisik, kekerasan verbal sehingga timbul dendam dan terencana untuk melakukan pembunuhan," ucapnya.-dnr