RIAUIN.COM - Seorang pria tewas bersimbah darah usai berduel dengan pacar mantan kekasihnya di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, Riau. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin, (14/8/2023) sekira pukul 00.30 dini hari WIB.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kombes Bery Juana Putra menjelaskan, korbannya pemuda bernama Ahmad Saputra Nasution, (23 tahun). "Korban mengalami luka tusuk di dada samping kiri. Korban ditemukan oleh dua orang rekannya dalam kondisi berlumuran darah dengan luka tusuk. Pada saat itu korban masih hidup dengan kondisi kritis dan kendaraan korban terparkir di lapangan sebelah jalan," kata Bery, Selasa (22/8/2023).
Melihat hal tersebut, rekan korban Rafli Nugraha dan Rifan Rifaldi membawa korban ke Rumah Sakit Syafira dengan menggunakan mobil, namun nyawa korban tidak tertolong dan sudah meninggal dunia dalam perjalanan.
"Beberapa saat kemudian, jasad korban di bawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi," ucap Bery.
Awalnya pada malam itu, kata Bery, Refli Nugraha bersama teman wanitanya berkunjung ke rumah pelaku. Sampai di rumah tersebut, Refli melihat pelaku ribut dengan teman perempuannya Putri Yulianti.
"Pada saat itu juga diduga pelaku menghubungi korban yang merupakan mantan pacar kekasihnya itu untuk bertemu di angkringan di Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru. Sekira pukul. 23.00 Wib, pelaku, Refli dan Putri tiba di angkringan tersebut," jelasnya
Kemudian, di lokasi pelaku langsung menjumpai korban dan terjadilah adu mulut antara keduanya. Melihat hal tersebut, rekan-rekan korban berusaha melerai dan mencoba mendamaikan kedua belah pihak.
"Keduanya tetap ngotot tidak mau didamaikan dan bersepakat ingin menyelesaikan permasalahan dengan cara berkelahi atau duel. Pelaku dan korban pergi ke lokasi dengan menggunakan kendaraan masing-masing," bebernya.
Akhirnya, setelah dicari-cari oleh dua rekannya, korban ditemukan tergeletak di tengah jalan bersimbah darah dalam kondisi kritis. "Untuk mengungkap kasus ini, kami masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang diduga telah melarikan diri," pungkas Bery.-dnr