Satgas Karhutla sedang memadamkan api di salah satu titik di Kabupaten Indragiri Hilir/foto:Humas Polres Inhil RIAUIN.COM - Total sebanyak 135 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terdeteksi di wilayah Sumatera. Hotspot tertinggi saat ini terdeteksi di Provinsi Bangka Belitung dengan 30 titik. Disusul Provinsi Riau 29 titik, Lampung 26 titik, Sumatera Selatan 17 titik, Jambi 15 titik, Sumatera Barat 10 titik, Bengkulu 6 titik dan Kepulauan Riau 2 titik.
Khusus di Riau 29 hotspot Karhutla terdeteksi di 10 kabupaten/kita Provinsi Riau. Hotspot terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis.
"Kabupaten Bengkalis 8 hotspot dan yang terendah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 1 hotspot," kata Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sanya G, Rabu (9/8/2023).
Selain di Bengkalis dan Inhil, hotspot Karhutla juga terdeteksi di Kabupaten Pelalawan, Kampar, Meranti dan Indragiri Hulu masing-masing tiga titik. Kemudian di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi dan Kabupaten Siak masing-masing sebanyak dua titik.
"Jarak pandang di Kota Pekanbaru dan sekitarnya berkisar antara 5 sampai 7 kilometer," pungkasnya.
Sesuai update data dari BPBD yang diterima pada Minggu (6/8/2023), total 1.146,79 hektar (Ha) lahan di Provinsi Riau telah terbakar sejak Januari 2023. Karhutla terluas terjadi di Kabupaten Bengkalis yang mencapai hampir 378 hektar.
Selanjutnya di Kabupaten Rokan Hilir 230 Ha, Kota Dumai 112,87 Ha, Kabupaten Pelalawan 91,2 Ha, Kabupaten Kampar 74,84 Ha, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 85,07 Ha, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 49,20 Ha, Kabupaten Siak 41,32 Ha, Kota Pekanbaru 37,82 Ha, Rokan Hulu (Rohul) 26,40 Ha, Kabupaten Meranti 18,25 Ha, dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2 Ha.-dnr