Musliadi Vs Aldiko Putra RIAUIN.COM- Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuansing, Musliadi terlibat cekcok dengan anggota DPRD Kuansing Aldiko Putra, Selasa (8/8/2023).
Menurut informasi dari Musliadi, dirinya nyaris di pukul oleh Aldiko di dalam ruangan Kantor PKB Telukkuantan. Bahkan Aldiko sempat menarik baju Musliadi setelah itu melepaskan pukulan ke papan tulis.
"Sempat ditariknya baju dan melepaskan pukulan tapi masih bisa saya hindari, dan menghadang pukulan tersebut, sehingga Aldiko melepaskan emosinya ke papan tulis yang tertempel di dinding kantor akibatnya papan tersebut pecah" kata Musliadi kepada wartawan.
Musliadi sangat menyesali sikap anggota partainya sendiri. Atas persoalan tersebut Musliadi lagi mempertimbangkan untuk melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum.
"Lagi dikaji oleh tim DPC. Saya pun sudah koordinasi dengan DPW," jelas Musliadi.
Awalnya kata Musliadi, persoalan tersebut karena PKB memberikan surat peringatan (SP) kepada Aldiko. Dia (Aldiko) dianggap tidak tertib pada aturan partai.
Mendapat SP dari partai, Aldiko lantas mendatanginya siang tadi di Kantor PKB. Pintu dikunci lalu mencaci-maki Musliadi. Antara Aldiko dan Musliadi nyaris terlibat baku hantam.
Sebut Persoalan Internal.
Sementara itu, Aldiko Putra saat dikonfirmasi Riauin.com melalui sambungan telepon, Selasa sore menjelaskan bahwa persoalan dirinya dengan Ketua PKB Kuansing tersebut merupakan persoalan internal partai.
"Ini persoalan internal," kata Aldiko.
Kendati demikian, anggota DPRD Kuansing fraksi PKB tersebut menceritakan persoalan dimaksud, sehingga nyaris chaos dengan Musliadi.
Kata Aldiko, persoalan itu berawal dari uang santunan untuk keluarga mantan anggota DPRD Kuansing almarhum Edrizal.
Menurut Aldiko, sebelum dirinya dilantik sebagai PAW Edrizal beberapa waktu lalu, dirinya memberikan santunan untuk keluarga Edrizal sebesar Rp50 juta melalui Musliadi.
"Uang itu saya berikan pada bulan Januari lalu sebesar Rp50 juta. Ya sekedar uang duka untuk keluarga pak Edrizal," kata Aldiko.
Namun dalam perjalanan, uang sebesar itu ternyata tidak langsung sampai ke tangan keluarga almarhum.
"Tentu keluarga almarhum bercerita ke siapapun bahwa saya belum juga membantu mereka. Kan saya malu jadinya. Padahal bulan Januari lalu saya sudah menyelesaikan," kata dia
Setelah dirinya mendesak, barulah tiga hari yang lalu uang sebesar Rp50 juta itu diserahkan oleh Musliadi ke keluarga almarhum. Selain itu, sebelum dilantik jadi anggota DPRD Kuansing, Aldiko juga mengaku telah memberikan bantuan untuk membesarkan partainya sebesar Rp50 juta. Artinya, uang yang dikeluarkan termasuk membantu keluarga almarhum sebesar Rp100 juta.
"Lunas," ujarnya singkat.
Menurut pengakuan Aldiko, dirinya mendapatkan teguran alias SP dari partai dituding karena tidak tertib dengan aturan partai. Termasuk persoalan potongan dana potongan partai.
"Saya sudah telepon Musliadi, minta nomor rekening biar saya kirim," cerita Aldiko.
Aldiko pun tidak mempersoalkan jika Ketua PKB Kuansing mempersoalkan masalah tersebut sampai ke tingkat DPW. " Tak apa apa, biar saja DPW nanti yang menyelesaikan," tutup Aldiko. -hen