Pekanbaru, riauin.com-- Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (29/08/2017) pagi mengelar diskusi gugus tugas gerakan nasional revolusi mental.
Gerakan revolusi mental ini dilakukan untuk merubah pola pikir bangsa. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia baru yang berdikari dan berintegritas.
"Revolusi mental ini akan merubah pola pikir menerapkan integritas di Riau.
Melalui integritas ini menyangkut ketertiban masalah hukum dalam birokrasi pemerintah daerah di Riau," kata Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, Ahmad Muklis Yusuf.
Sementara itu Asisten Tiga Setdaprov Riau, Kasiaruddin menyambut positif program nasional evolusi mental. Menurutnya perlu ditanamkan tiga nilai yang terkandung di dalam revolusi mental kepada para ASN agar mereka memahami dan bekerja secara maksimal.
"Merubah pola pikir kita mulai dari integritas. Diimplementasikan dalam pelaksanaan di pemerintahan. Di Riau sudah kita mulai dari birokrasi," ucap Kasiarudin.
Pada pembentukan gugus tugas gerakan nasional revolusi mental ini menghadirkan pembicara dari Kemenko PMK RI serta Kesbangpol Provinsi Riau.
Asisten Deputi Jaminan Sosial Kemenko RI, Togap Simangunsong mangatakan, dalam program nasional gerakan revolusi mental terdapat nilai yang meliputi integritas, etos kerja, dan gotong royong.
"Ketiga nilai ini akan dipadukan dengan jenis-jenis kearifan lokal dalam mewujudkan bangsa yang berkarakter," ujarnya. (vie)