Terancam Tutup, PLN Diminta Beli Daya PLTBg Rantau Sakti


Senin, 28 Agustus 2017 - 16:13:13 WIB
Terancam Tutup, PLN Diminta Beli Daya PLTBg Rantau Sakti
PASIR PANGARAIAN, Riauin.com - Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang jadi pilot project di Indinesua, berada di desa Rantau Sakti Kecamatan Utara  terancam tutup. Itu karena penurunan jumlah pelanggan pasca masuknya Pelayanan PLN di beberapa Desa Kecamatan Tambusai Utara yang sebelumnya dilayani PLTBg.

Dimana upaya kerjasama PLTBg dengan PLN, agar PLN dapat membeli daya yang dihasilkan PLTBg yang tidak kunjung terealisasi, sehingga menyebabkan PLTBg saat ini kesulitan  penuhi biaya operasional yang terbilang cukup besar.

Ditegaskan Kepala Desa (Kades) Rantau Sakti, Purwadi menyatakan, upaya kerjasama dengan PLN sebenarnya sudah dirintis selama 3 tahun. Hanya saja, karena proses yang terlalu panjang dan berbelit-belit maka kerjasama pembelian daya PLTBGg oleh PLN tidak kunjung teralisasi. Saat ini saja pemanfaatan daya PLTBg hanya tinggal 20 persen saja dari daya 1 MW daya yang dihasilkan.

“Sejak PLN masuk di beberapa desa di Tambusai Utara, hampir 80 persen total penduduk Mahato Sakti, sudah beralih dari PLTBg ke PLN. Akibatnya, pemasukan PLTBg kini sudah jauh berkurang dari biasanya, bahkan pekerja PLTBg saat ini sudah banyak yang berhenti karena pltbg tidak mampu memberi gaji yang layak ke mereka," tegas Purwadi.

Mengingat daya PLTBg yang tersisa cukup besar, Purwadi berharap ke PLN dapat membeli daya PLTBg serta mengakomdir pelayanan litrik di masyarakat rantau sakti dan Mahato Sakti. Purwadi juga berharap, DPRD Riau dapat memfasilitasi persoalan dengan instansi terkait, agar keberadaan PLTBg yang dibangun anggaran negara Rp30 miliar tidak sia-sia.

“Mengingat kondisi daya PLTBg  yang tersisa cukup besar, maka berharap daya listrik yang dihasilkan PLTBg dapat dibeli PLN. Fixbacknya, PLN dapat mengakomodir listrik masyarakat Rantau Sakti dan Mahato Sakti. Terkait lembaga apa yang akan mengelola PLTBg kami bersedia, asalkan PLTBg dapat terus termanfaatkan,” harapnya.

Persoalan itu disayangkan Anggota DPRD Riau Komisi Pembangua, Syamsurizal. Menurutnya, di tengah rendahnya tingkat elektrifikasi di Rohul saat ini, seharusnya PLN dapat memanfaatkan pembangkit yang ada. Untuk itu, mantan Kepala BPBD Riau berjanji  untuk memfasilitasi persoalan ini dengan melakukan hearing dengan Dinas terkait.

“Kita secepatnya akan hearing dengan dinas sumber daya alam dan energi Riau, untuk menyelamatkan PLTB,” janji Syamsurizal, Minggu (27/8/2018) sore, usai reses di Desa Rantau Sakti.

PLTBg Rantau Sakti yang beroperasi sejak tahun 2014, merupakan pilot project pengembangan energi baru terbarukan dari Kementerian ESDM. PLTGb tersebut sudah  menjadikan Desa Rantau Sakti sebagai desa mandiri energy. Diharapkan, ekpansi yang dilakukan pln tidak mematikan PLTBg, sehingga fasilitas pembangkit yang sudah ada saat ini bisa terus dapat dimanfaatkan. (yus)