PASIRPENGARAIAN, Riauin.com - Markas Polisi Sektor (Polsek) Tambusai Resor Rokan Hulu (Rohul) tiba-tiba ramai didatangi puluhan pemuda Tambusai Timur dan mahasiswa salah satu Universitas di Pekanbaru Provinsi Riau Minggu, (27/8) sore hingga malam.
Kedatangan mereka di Polsek tersebut mengantar teman mereka yang diduga dianiaya oleh salah seorang oknum Polri (Brimob) yang tidak tau mereka identitasnya yang bekerja sebagai Petugas Keamanan (Pam) di salah satu tempat pencairan Pembelian Buah (PB) Sawit Sigma Jaya di Dusun Rantau Kayu Kuning Desa Rantau Panjang Kecamatan Tambusai Rohul.
Sesuai pemgakuan korban, Abdul Toyib Goiril Alias Joni (21) pemuda Desa Tambusai Timur yang juga Mahasiswa UIN Suska Pekan Baru mengaku dia dianiaya oknum yang diduga Polisi (Brimob) dari Polda Riau itu saat dirinya dan temannya Habibi Rangkuti mengantar Proposal Pengutipan Dana Kegiatan Atau Hiburan Anak-anak Desa Bukit Senyum untuk menyambut hari raya Idul Adha di Kantor pencairan PB buah sawit Sigma Jaya.
Lanjut Korban, begitu mereka masukkan Proposal di Kantor PB Sigma Jaya diterima kasir bernama Mia.dan pada kesempatan tersebu Mia pun menyampaikan dengan nada tegang saat menanyakan kapan di berikan dana proposalnya itu, waktu sekira jam 16. 00 wib kurang lebih.
Selanjutnya disaat korban sedang bicara sama kasir, tiba-tiba masuk salah satu yang diduga oknum Brimob itu yang tak memakai baju dinas (pakai baju biasa) dan juga namanya tidak tau, hanya dia sandang senjata laras panjang, bicara kerja kepadanya, "kau memaksa kesini meminta ya?, jawab korban saya tidak memaksa bang,"coba minta penjelasan sama kasir. Namun oknum tersebut tidak mau malah main hakim sendiri dengan meninjunya," kata Abdul Toyib Goiril Alias Joni (21) menceritakan kejadian itu usai menyampaikan laporannya.
Lanjut korban membeberkan, pelaku
memukul bagian keningnya sebelah kanan dan dicekik lehernya lagi, sehingga dia korban mengalami luka lecet dibabawah dagu sebelah kiri dan lebam di Kening diatas matanya sebelah kanan.
Tidak itu saja jelas Korban, pelaku juga menarik senjata laras panjangnya dan mengarahkan kepadanya hingga mengejarnya. Sambil dia bicara "Kau tidak kebal saya ya, saya Pam di sini," beber korban meniru pembicaraan Diduga Oknum Brimob itu.
"Untung ada Tiga orang dalam Kantor PB itu. Dua Kasir diantaranya Mia dan kawannya yang antar Proposal Habibi yang menghalanginya pelaku, sehingga dia keluar dan memberi tahu keluarganya dan melaporkan kejadian itu di Polsek Tambusai,"ungkap Korban,sambil menjelaskan, laporannya diterima Piket jaga dengan nomor STPL 126 /VIII /2017 /Riau/Polsek Tambusai ditanda tangani AIPTU A. Simanungkalik dugaan Tindak Pidana (TP)Penganiayaan," kata
Abdul Toyib Goiril Alias Joni usai menyampaikan laporannya.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada Kapolsek Tambusai AKP. Yulihasman S. Sos yang katanya masih di luar tidak di Kantor mengatakan, kalau oknum Brimob diduga menganiaya, dirinya tidak tau. Yang pam juga dirinya tidak tau.
"Biasanya yang PAM di PKS Desa Rantau Panjang, Anggota Polsek Tambusai langsung Patroli,"sebut Kapolsek Tambusai.
"Kalau benar adanya dugaan Penganiayaan, silahkan laporkan, kita akan proses,"tegas Kapolsek Tambusai di ujung selulernya.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Rantau Panjang Ikhman Efendi yang juga dikonfirmasi terkait dugaan penganiayaan dan nama Oknum Brimob Polda Riau yang sedang Pam di Kantor PB Sigma Jaya di Desanya tersebut, sayangnya juga dirinya tidak mengetahui, baik kejadian dan nama Oknum Brimob yang PAM di kantor PB tersebut.
"Saya tidak tau kejadiannya dan nama Brimob yang Pam di Kantor PB itu juga saya tidak tau,"jawab Kades Rantau Panjang. Padahal Tempat Kejadian Perkara (TKP) pas seberang jalan Rumah Kades Rantau Panjang tersebut. Ada apa ya, tidak ada yang tau nama Oknum Brimob Polda Riau itu?, Padahal tugas Pam di wilayah Desa tersebut. (tim).