Jalan Lintas Bungaraya-Sabak Auh Rusak Lagi, Rakip: Kontraktor Kerja Asal Jadi


Jumat, 24 Februari 2023 - 18:46:10 WIB
Jalan Lintas Bungaraya-Sabak Auh Rusak Lagi, Rakip: Kontraktor Kerja Asal Jadi Ketua Komisi III DPRD Siak Rakip saat meninjau jalan rusak di Bungaraya./foto:ist

RIAUIN.COM - Masyarakat Kecamatan Bungaraya dan Sabak Auh kembali mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan di daerah mereka. Padahal, pemeliharaan berkala jalan itu baru saja diselesaikan Dinas PU Tarukim Siak, akhir 2022 lalu.

"Iya bang, awal tahun kemaren jalan sudah mulus. Tapi sekarang sudah banyak lubangnya. Pengguna jalan, khususnya ibu-ibu sering jatuh saat melewati jalan rusak itu. Yang lebih parah, dari Kampung Temusai ke Sabak Auh. Banyak lubang ukuran besar di badan jalan," kata Yanto, warga Bungaraya kepada Riauin.com, Jumat (24/2/2023).

Mendengar keluhan warga, Ketua Komisi III DPRD Siak Rakip, langsung turun ke lapangan. Dia menyusuri ruas jalan dari Bungaraya hingga Sabak Auh.

"Memang parah. Setahu saya anggaran untuk pemeliharaan jalan ini mencapai Rp5,8 miliar. Saya lihat ke lokasi, cukup banyak jalan yang kembali berlubang. Padahal, sudah diaspal 2 bulan lalu.  Kontraktor kerja asal jadi," kata Rakip kepada Riauin.com, Jumat sore.

Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan Dinas PU Tarukim Siak agar melakukan evaluasi terhadap kontraktor yang mengerjakan jalan Bungaraya-Sabak Auh. Jika masalah ini tidak ditanggapi dengan serius, persoalan yang sama akan kembali terjadi tahun depan.

"Memang diakui, banyak truk melebihi kapasitas (over tonase) melewati akses jalan ini. Tapi kok baru 2 bulan jalan rusak lagi. Berarti material yang digunakan kontraktor tak bagus, padahal menghabiskan APBD hingga Rp5,8 miliar. Ini kan tak masuk diakal. Harus ada evaluasi dari Dinas PU Tarukim," geramnya.

Pada papan plang proyek tertera pekerjaan pemeliharaan berkala jalan Bungaraya-Sabak Auh dengan kontraktor pelaksana, yakni Vicky-Permata, KSO. Konsultan pengawas CV Novianda Cemerlang Konsultan-CV dan Jasa Reka Mandiri Konsultan, KSO.

"Anggaran yang digunakan Rp5,878 miliar. Tapi anehnya, tidak dituliskan berapa volume kegiatan yang dikerjakan. Seperti ada yang disembunyikan, sehingga wajar kalau masyarakat mempertanyakan masalah ini," kata Rakip.

Dia juga menyarankan Dinas PU Tarukim Siak untuk menyampaikan kerusakan jalan ini kepada pihak kontraktor. Sebab, pekerjaan ini masih ada masa pemeliharaannya.

"Harus tanggung jawab. Ini kan masih masa pemeliharaan, kontraktor harus perbaiki lagi jalan yang rusak ini. Kalau dibiarkan, tentu masyarakat yang dirugikan," pungkasnya.(*)