Insiden Maut di PT PHR, Pimpinan PT ACS Diperiksa Polda Riau


Selasa, 14 Februari 2023 - 21:35:26 WIB
Insiden Maut di PT PHR, Pimpinan PT ACS Diperiksa Polda Riau Ilustrasi/foto:via Instagram @phr.pertamina

RIAUINCOM - Investigasi insiden maut yang menewaskan Derikson Siregar (22) karyawan PT Asrindo Citraseni Satria (ACS) di lokasi kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada Rabu (18/1/2023) terus berlanjut.

Terbaru, pimpinan PT ACS, Asril Awaloeddin diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Riau bersama beberapa orang saksi lainnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan membenarkan pemeriksaan petinggi ACS tersebut.

"Benar Ditreskrimum Polda sudah memeriksa 11 orang saksi. Iya (termasuk Asril Awaloeddin diperiksa, red)," tulisnya melalu pesan WhatsApp, Selasa (14/2/2023) malam.

Terkait pemeriksaan tersebut, Asril Awaloeddin ketika dikonfirmasi tidak menjawab. Pesan WhatsApp sudah terkirim dengan status centang dua abu-abu.

Untuk diketahui sejak Blok Rokan diambil alih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 9 Agustus 2021 lalu, tercatat sudah 8 karyawan mitra kerja PT PHR tewas di lokasi kerja.

6 orang diantaranya dikonfirmasi karena sakit dan tewas mendadak, sementara dua lainnya meninggal karena kecelakaan kerja. Dari delapan yang meninggal itu, dua diantaranya adalah karyawan PT ACS.

Berikut dua nama karyawan PT ACS yang tewas di lokasi kerja WK Rokan milik PHR:

1. HMT (53), karyawan PT Asrindo Citraseni Satria. Meninggal pada Kamis 17 November 2022 di Rig ACS-24 lokasi Minas 4A-44. Meninggal pada saat pekerja (driller) sedang menunggu pelaksanaan Daily Check Up (DCU) sebelum mulai bekerja. Ia merasa pusing dan beristirahat di access control.

2. DS (22), karyawan PT Asrindo Citraseni Satria yang bekerja sebagai floorman di Rig ACS-06 lokasi Minas 5D-28. Ia meninggal pada Rabu, 18 Januari 2023 karena tertimpa besi Full Opening Safety Valve (FOSV) yang berada di Working Platform (WPF).-dnr