PELAKSANA Tugas Gubernur Riau, Arsyadliandi Rachman, tidak bisa menjamin provinsi Riau akan bebas dari bencana kabut asap tahun ini. Karena kebakaran hutan dan lahan yang secara rutin terjadi selama 18 tahun terakhir sudah mulai melanda dalam beberapa pekan terakhir.
Namun persiapan untuk pencegahan Karhutla tetap dilakukan. Selain itu Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksikan wilayah Riau sudah mulai panas sejak Maret 2016. Sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan.
Salah satu persiapan yang dilakukan dengan Peraturan Gubernur nomor 5 tahun 2015 tentang rencana aksi Larlahut untuk semua pemangku kepentingan. Termasuk untuk kabupaten/kota dengan berkoordinasi terus menerus.
"Pemerintah provinsi Riau juga sudah melakukan berbagai diskusi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Temasuk juga dengan perusahaan perkebunan yang sudah diingatkan terkait karlahut," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan adalah membuat sekat kanal, pembinaan desa oleh perusahaan melalui dana tanggungjawab sosial dan pemantapan satuan terkait.
TSR