Harga Cabai Rawit di Jambi Meroket, Kejar Daging Sapi


Senin, 13 Juni 2022 - 12:44:05 WIB
Harga Cabai Rawit di Jambi Meroket, Kejar Daging Sapi Ilustrasi

RIAUIN.COM - Semakin dekat ke perayaan Idul Adha 1443 H, harga cabai terus meroket. Per Minggu (12/6), cabai merah keriting dijual hingga Rp 100 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi dan sejumlah kabupaten.

“Harga cabai merah setiap hari naik. Hari ini saja Rp 100 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 60 ribu. Sedangkan cabai rawit dari Rp 40 ribu kini Rp 120 ribu,” ujar Maryani, pedagang sayuran di Pasar Tradisional Modern Muarabungo, Minggu (12/6) dikutip dari metrojambi.

Harga cabai rawit ini cukup mengejutkan karena hampir menyamai harga daging sapi. Di sejumlah pasar tradisional, daging sapi dijual dengan harga Rp 130 ribu per kg.

Para ibu rumah tangga di Kota Jambi juga memperbincangkan kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit. Seperti di Muarabungo, harga cabai rawit justru lebih mahal dari cabai merah kriting.

Gelagat kenaikan harga cabai terjadi sejak pekan lalu. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi mencatat kenaikan harga cabe merah dan cabai rawit antara 4 hingga 11 persen pada pekan lalu.

Pada Jumat (10/6), Diperindag memantau harga cabai merah besar Rp 60 ribu per kg yang naik pada Sabtu (11/6) menjadi 72 ribu. Sedangkan cabai rawit merah sempat turun, namun masih dalam kisaran Rp 90 ribu-100 ribu per kg.

“Hari ini, cabai merah di Pasar Mama sudah Rp 100 ribu per kg. Kalau cabai rawit malah lebih mahal lagi,” ujar salah satu ibu rumah tangga yang berberlanja di pasar di kawasan Mayang tersebut.

Kepala Seksi Pemantauan Harga Dinas Perindag Provinsi Jambi Afrizal Azmi menjelaskan, cabai mengalami kenaikan harga sejak akhir Mei. Kata dia, banjir rob di daerah-daerah penghasil cabai membuat produksi menurun.

Selain itu, kata dia, cuaca panas juga menggangu produktivitas cabai. “Banyak yang gagal panen,” ujarnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Disperindag mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai tersebut terjadi karena berkurangnya pasokan dari para pemasok lokal dan daerah lain.

Selain dari Jambi sendiri, cabai di sejumlah pasar di Provinsi Jambi dipasok dari Bengkulu, Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Pemasok cabai lokal Jambi yang dikenal selama ini adalah Kerinci.

Informasi dari pedang pasar, stok cabai masih diterima seperti biasanya dari beberapa daerah di Sumatera Barat. “Cabai dari Curup hari ini belum masuk,” ujar Asman, pedagang di Pasar Ansoduo.

Selain cabai merah dan cabai rawit, harga bawang juga perlu diwaspadai. Menurut pantauan Disperindag, bawang merah pada akhir pekan lalu mengalami kenaikan sekitar 4 persen, dari Rp 48 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg.

Naiknya harga bawang merah disebabkan berkurangnya pasokan lokal dari dari Padang, Jawa serta Bima.

Usaha Nasi Menyesuaikan

Naiknya harga cabai membuat para pelaku usaha pengguna salah satu hasil pertanian penting ini harus menyesuaikan harga. Amak, penjual nasi ampera di Muarobungo, mengaku harua mengurangi takaran penyajian cabai.

Bahkan, dia tidak memberikan cabai merah dalam hidangan nasi yang dia jual. “Dak sanggup lagi mau pakai cabai merah. Tapi siapkan cabai hijau yang harganya masih terjangkau,” tuturnya

Menurut dia, harga cabai terus merangkat naik sejak dua pekan belakangan ini. “Kalo seperti ini terus, bukannya untung malah rugi yang kami dapat,” keluhnya. (*)