Sekda Rohul Nilai OPD Kurang Mampu Menjabarkan Program


Kamis, 03 Agustus 2017 - 13:44:16 WIB
Sekda Rohul Nilai OPD Kurang Mampu Menjabarkan Program
PASIR PENGARAIAN, Riauin.com -Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rohul menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kurang mampu menjabarkan Program. Demikian disampaikannya Sekretaris Daerah ROHUL Ir.H.Damri Harun  saat pimpin apel kamis, (3/8)di halaman Kantor Bupati Rohul.

Disampaikannua, terlambatnya penyelesaian pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2018 antar Komisi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena OPD dinilai kurang mampu untuk menjabarkan secara detil terkait dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran atau program kepada Komisi DPRD Rohul.

Damri mengaku pembahasan KUA PPAS ditingkat Komisi dan OPD seharusnya sudah selesai pada Senin lalu,namun kenyataannya hingga saat ini masih belum tuntas.

Menurutnya tidak selesainya tepat waktu dikarenakan banyaknya kendala yang dihadapi, pada umumnya permasalahan yang terjadi karena ketidakmampuan OPD menguraikan kegiatan yang dituangkan dalam APBD.

" setiap pembahasan yang dilakukan di komisi HP saya ini tidak pernah berhenti, meskipun tidak tepat waktu, tapi malam tadi sudah selesai pembahasan KUA PPAS antara Komisi dengan OPD, maka kegiatan selanjutnya hari ini Pukul 10.00 WIB, dilakukan pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) " kata Damri

Lebih lanjut jelas Damri, keterlambatan pembahasan antar Komisi bukan kesalahan dari anggota DPRD, tetapi melainkan kurang mampu nya OPD menjabaran program yang diusulkan secara rinci.

" ini lah yang terjadi, ketika kita membuat program, tapi kita tidak bisa menjelasnya secara detil, tentu ini bentuk tingkat kepercayaan komisi kepada OPD sangat kurang sekali.

Sekda mengambil contoh Dinas Perhubungan membuat program kegiatan RP 21 Miliar, tapi lokasi pembangunan tidak tau, Ini lah kondisi yang terjadi.

,"saya tidak abis pikir, tadi malam baru selesai, seketika itu juga baru disurvei dilapangan, kan aneh itu," tanya Sekda Damri dengan nada kesal

Sekda menambahkan, banyak OPD yang membuat program tapi tidak tahu dengan lokasi yang direncanakan dalam DPA. (Yus)