Foto: Antara RIAUIN.COM - Sebanyak enam dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang saat curah hujan tinggi melanda daerah itu, sehingga pemerintah setempat menyediakan lima unit alat berat di lokasi tersebut saat Idul Fitri 1443 Hijriyah.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rinaldi di Lubukbasung, Jumat, mengatakan ke enam kecamatan itu yakni, Kecamatan Tanjungraya, Malalak, Palupuh, Palembayan, Ampekkoto dan Matur.
"Enam kecamatan ini rawan tanah longsor dan pohon tumbang saat curah hujan tinggi melanda daerah itu, karena berada di daerah perbukitan dengan kondisi tanah yang labil," katanya dikutip dari antara.
Ia mengatakan, daerah rawan tanah longsor itu berada di sepanjang Kelok 44 Kecamatan Tanjungraya dan Kecamatan Matur, Bukik Apik Kecamatan Malalak, sepanjang jalan nasional di Kecamatan Palupuh.
Setelah itu, ruas jalan provinsi dari Salareh Aia Kecamatan Palembayan menuju Sitingkai dan Sianok Kecamatan Ampekkoto.
Sementara daerah rawan pohon tumbanh berada di sepanjang Kelok 44, ruas jalan provinsi dari Salareh Aia Kecamatan Palembayan menuju Sitingkai dan Sianok Kecamatan Ampekkoto.
"Saya mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah itu," katanya.
Ia menambhakan, Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar menyediakan lima alat berat di daerah rawan bencana untuk membuang material longsor agar penggendara tidak terganggu nantinya.
Alat berat itu berupa loader dua unit, backhoe loader satu unit dan ekskavator dua unit.
Alat berat itu disediakan di titik rawan longsor di Malalak tepatnya di Simpang Tower, Palembayan disiagakan alat berat di Simpang Matur.
Untuk di Palupuh, tambahnya, disiagakan di Batang Palupuh, Tanjungraya di Muko-muko dan Kelok 44 disiagakan di Kelok 32.
"Alat berat itu milik Pemprov Sumbar berupa ekskavator dua unit, loader satu unit dan sisanya milik Pemkab Agam. Kita juga menyediakan alat pemotong kayu di lokasi posko," katanya.
Pemkab Agam juga menyiagakan Kelompok Siaga Bencana masing nagari untuk aktif siaga bencana dalam menyambut Idul Fitri.
Saat ini ada 67 dari 82 nagari yang telah memiliki KSB dan mereka juga mengatur macet saat arua mudik dan balik. (*)