Dua Sudah Pulang

Dua Lagi Korban Ledakan TNT di Rambah Utama Masih Dirawat di RSUD Rohul


Ahad, 23 Juli 2017 - 16:04:35 WIB
Dua Lagi Korban Ledakan TNT di Rambah Utama Masih Dirawat di RSUD Rohul
PASIR PANGARAIAN, Riauin.com -‎ Hingga kini, dua dari empat korban ledakan TNT milik Paskhas TNI AU di ‎RT 01/ RW 02 Dusun Karya Bakti, Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo yang terjadi Kamis (20/7/2017) siang lalu, masih jalani perawatan intensif di RSUD Rokan Hulu (Rohul).

Dimana kedua korban yang masih jalani perawatan di RSUD Rohul, Heru Sugiarto (29) dan Anto (41). Heru mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya saat TNT dipegang rekannya Suwanda alias Wanda (26)‎ tiba-tiba meledak. Sedangkan dua korban juga sempat dirawat di ruang kelas I kini sudah pulang ke rumahnya, Asep Sofian, dan Yudi Wiharjo.

Di saat insiden ledakan di sebelah rumah kontrakan milik Kartono, Kamis sekitar pukul 11.30 Wib, saat itu korban Wanda meninggal dunia di TKP. Jenazahnya dikebumikan Kamis tengah malam, setelah menjalani otopsi di Pekanbaru.

Diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul drg. Grifino Dahlihardy, dua dari empat korban sudah pulang ke rumah pada Jumat (21/7/2017) kemarin. Keduanya sempat dirawat di ruangan kelas satu, pasca insiden ledakan TNT milik Paskhas TNI AU.

"Kini yang pulang baru dua orang yakni Asep Sofian dan Yudi Wiharjo, kini tinggal dua orang yang masih dirawat Heru dan Anto," kata Grifino Sabtu (22/7/2017) malam, dan diakuinya tidak tahu dua nama korban yang sudah dibolehkan pulang ke rumah.

Selain kedua korban yang dirawat‎, korban lainnya Reni Cahyati yang menempati rumah kontrakan Kartono, juga sempat dirawat di Puskesmas Rambah Samo II (dua). Namun Kamis sore perempuan itu juga sudah pulang ke rumahnya.

“Reni hanya kaget dan telinganya berdengung, tidak ada luka," kata Grifino.

Pada insiden ledakan TNI, diakui pihak Paskhas TNI AU hal itu merupakan kelalaian anggota. Bahan peledak yang mirip baterai sepeda motor usang yang meledak di tangan korban Wanda memang punya mereka yang tertinggal‎ di bekas lokasi latihan.

TNI AU juga sudah bertanggung jawab atas insiden tersebut, dan siap menanggung seluruh biaya perobatan para korban. TNI AU juga sudah minta maaf kepada keluarga Wanda.(hrc)