LPG Non Subsidi Naik Bertahap, Warga Menjerit


Senin, 27 Desember 2021 - 20:38:30 WIB
LPG Non Subsidi Naik Bertahap, Warga Menjerit Ilustrasi/foto:via Kumparan

RIAUIN.COM - Harga LPG non subsidi mengalami kenaikan secara bertahap sebesar Rp1.600-Rp2.600 per kilogram (kg) sejak Sabtu (25/12/2021) lalu. Saat ini harga LPG 12 kg dipatok seharga Rp160 ribu, setlah kenaikan harga tersebut mencapai Rp191.200 dengan selisih Rp31.200 dari harga awal 

Kenaikan ini membuat masyarakat golongan menengah kebawah menjerit. Seorang ibu rumah tangga asal Bogor mengatakan, kebijakan itu berpotensi menekan kehidupannya. Pasalnya, ia merupakan salah satu konsumen tabung gas LPG 12 kg.

"Jangan kemahalan lah, itu menindas masyarakat, ini kita lagi usaha. Lagi terpuruk gini keadaan," ujarnya Sri Hartati, Senin (27/12/2021).

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting mengatakan kenaikan ini berdasarkan porsi konsumsi nasional sebesar 7,5 persen.

Diketahui sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga LPG non subsidi secara bertahap sebesar karena lonjakan harga di level internasional. 

"Besaran penyesuaian harga LPG non subsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5 persen berkisar antara Rp1.600-Rp2.600 per Kg. Perbedaan ini untuk mendukung penyeragaman harga LPG ke depan serta menciptakan fairness harga antar daerah," jelas Irto Ginting.

Irto menyebut kenaikan harga LPG non subsidi dilakukan guna merespons tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang 2021.

Ia mencatat pada November 2021 harga mencapai US$847/metrik ton, itu harga tertinggi sejak 2014 atau naik 57 persen sejak Januari 2021.-dnr