KUNTODARUSSALAM, Riauin.com - Pemerintah Desa Muara Dilam dan Pasir Indah, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu sudah mulai melaksanakan pembangunan desa melalui anggaran dana desa (ADD) tahap 1 tahun 2017. Fokus pembangunan kedua desa tersebut adalah infrastruktur.
Kepala Desa Muara Dilam, Zulfikar SHi menyampaikan, guna mendukung program Bupati Rohul, H Suparman SSos MSi yang komit menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Pihaknya sudah mulai merealisasikan pembangunan desa yang bersumber dari ADD tahap satu tahun 2017.
"Kita siap mendukung program Bupati Rohul, pak Suparman, sesuai visi-misi membangun desa dan menata kota. Hal itu kita wujudkan melalui ADD tahap pertama tahun 2017.
Tahun 2017 ini, kata Zulfikar SHi, pihaknya sudah memulai realisasi pembangunan jalan di lingkungan desa antara lain, semenisasi jalan Dusun Lima Sei Lilin, Dusun Tiga dan Dusun Satu.
"Selain semenisasi jalan, pembangunan drainase jalan di dua titik sekarang masih berjalan. Kemudian, kami juga sudah melaksanakan pembangunan gedung Pemuda Karang Taruna, yang Insyaallah tahun ini sudah bisa digunakan," kata Kades Zulfikar menjawab wartawan, Kamis (20/7) seraya menunjukkan bangunan drainase yang tengah berjalan.
Ia juga mengutarakan, realisasi ADD tahap dua direncanakan untuk pembuatan gorong-gorong sebanyak delapan titik di seputaran desa.
"Kami menargetkan ADD tahap dua tepat sasaran. Untuk pembuatan gorong-gorong, posyandu sebanyak 10 titik dan posyandu.
Terpisah disampaikan Kepala Desa Pasir Indah, Sariman Sitanggang melalui Kaur Pemerintahan Desa, Suparmo menyampaikan, melalui ADD tahap satu tahun 2017, pihaknya melaksanakan semenisasi jalan desa sepanjang 400 meter tiga dusun yakni, Dusun Trimulyo, Wonasari dan Wonodadi.
Kemudian, pembangunan Pasar Senen Desa Pasir Indah dan gedung PAUD yang diperkirakan akan selesai tahun 2017 ini.
Dalam pada itu, katanya lagi total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan di desa tersebut mencapai Rp1.463.763.000. "Selain ADD dana pembangunan tersebut bersumber dari Silpa dan dana tunda salur tahun 2016 serta pendapatan asli desa," jelasnya.
Lebih jauh lagi, diutarakannya pembangunan di desa tersebut melibatkan elemen masyarakat, melalui sistem swakelola.
Akses jalan menuju ibukota kecamatan masih menjadi kendala bagi kedua desa tersebut. Dimana masih terdapat 10 kilometer jalan yang belum diaspal dan jembatan yang nyaris tidak dapat dilalui. Hal itu berdampak kepada mereka, dalam melaksanakan urusan desa ke kecamatan.(Yus)