Jajaran Ketua DPRD Provinsi Riau undangan acara Coffe Morning bersama Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau di Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, Senin (8/11/2021). | Foto : Ist RIAUIN.COM- Jajaran Ketua DPRD Provinsi Riau undangan acara Coffe Morning bersama Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau di Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, Senin (8/11/2021).
Ketua DPRD Riau, Yulisman didampingi Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, Hardianto dan Sekretaris DPRD Provinsi Riau, Muflihun. Sementara itu, tampak pula hadir Gubernur Riau, Syamsuar, Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Jaja Subagja, Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Harun serta unsur Forkopimda Riau lainnya.
Dalam kesempatan itu Yulisman menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan dinamika yang ada di Provinsi Riau. Seperti APBD yang saat ini dalam proses pembahasan, pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terhadap konflik lahan masyarakat dengan perusahaan yang ada di Riau.
"Harapan kami, kita bisa bersama-sama untuk memberikan masukan dan solusi. Tentu Pansus ini harus ada output. Kemudian, DPRD Riau melalui Komisi III mengusulkan bagaimana supaya nanti DPR RI dapat memasukkan bagi daerah yang menghasilkan sawit untuk mendapatkan bagian," ujar Yulisman.
Sementara itu, Agung Nugroho menambahkan, terkait RTRW dan kasus banjir yang terjadi di Provinsi Riau. Masalah ini menurut Agung ada pada lahan HPL yang sekarang menjadi kawasan hutan.
"Dulu pernah ada RTRW dan pada periode lalu sudah disahkan, yang jadi masalah adalah sebelumnya RTRW ada pada lahan HPL. Namun sekarang menjadi kawasan hutan. Dalam RTRW bisa disesuaikan," ucapnya.
Terkait banjir, Agung menyarankan agar setiap perusahaan dapat menggunakan CSR-nya dalam pembuatan kanal-kanal. Itu perlu diimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Riau.
Terkait mengenai konflik lahan masyarakat, Wakil Ketua dari Partai Gerindra, Hardianto mengatakan, pimpinan DPRD Provinsi Riau akan melakukan pengawasan terhadap Pansus, agar semua berjalan lurus dan tidak ada oknum yang bermain.
"Pansus nantinya tentu akan bekerja seobjektif mungkin. Dengan demikian permasalahan yang selama ini dihadapi dapat terselesaikan dengan baik," katanya. -adv