Polresta Pekanbaru/foto:dn RIAUIN.COM - Pasca laporan yang dibuat mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI), FISIP Unri ke Polresta Pekanbaru, pada Jum'at, (5/11/2021) kemarin, penyidik mulai mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk memproses dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Dosen Pembimbing proposal skripsi, Syafri Harto.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Juper Lumbantoruan mengatakan, saat ini tim penyidik sedang berkerja mencari alat bukti.
“Terkait perkara ini, secara resmi kita sudah menerima dalam bentuk laporan polisi,” kata Kompol Juper Lumban Toruan, Sabtu, (6/11/2021).
Selain mencari alat bukti, saat ini pihaknya lanjut Juper, masih mempelajari laporan dari korban. Dengan mencari saksi-saksi dan mencari petunjuk yang bisa digunakan dalam tahap penyelidikan ini.
“Masih tahap penyelidikan, kita lihat nanti apakah bisa naik tahap selanjutnya (penyidikan, red),” terang Juper.
Menurut Juper, untuk membantu proses penyelidikan, pihaknya juga melibatkan psikolog dari Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) Kota Pekanbaru, guna memberikan pelayanan kepada korban.
Selanjutnya Juper menjelaskan, kronologis dugaan pelecehan seksual yang disampaikan L (21), dalam video yang diunggah akun @komahi_ur tersebut terlihat jelas, dia menuturkan apa yang dilakukan Syafri Harto saat berjumpa di ruang Dekan, Rabu (27/10/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.
“Jadi pelecehan ini diduga dialami korban yang dilakukan oleh dosen pembimbingannya, saat akan mengajukan proposal skripsi,” jelas Juper.
Juper menjelaskan bahwa pertemuan di ruang Dekan itu terjadi karena keduanya sepakat untuk bertemu. Awalnya bimbingan proposal skripsi berjalan biasa saja. Kemudian, tak lama berselang muncul kata-kata yang menjurus ke ranah pribadi korban.
“Korban mengaku berulang-ulang bapak itu (terlapor,red) mengucapkan bahasa atau kata yang sudah diluar masalah bimbingan tadi,” lanjut Juper.
Tindakan dugaan pelecehan itu lanjut Juper, disebutkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), bahwa korban sempat dipeluk oleh terduga pelaku.
Korban mengatakan, setelah memegang kedua pundaknya. Terduga kemudian memegang kepala dan mencium bagian pipi dan kening korban.
“Pelaku yang merasa tertekan saat terduga mencoba mencium bibir korban. Kemudian mendorong terduga dan pergi meninggalkan ruangan dosen pembimbingnya itu,” tutup Juper.-dn