Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama/foto:instagram:@basukibtp RIAUIN.COM - Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), melakukan kunjungan kerja di wilayah kerja PHR, Minas, Duri dan Dumai, Selasa (14/9). Dalam kunjungannya kerjanya Ahok menjelaskan bahwa perlu dilakukan penekanan terhadap Pertamina yang baru menjalankan Blok Rokan, untuk mengoptimalisasikan devisa.
“Ya kita mau memastikan bahwa pengambil alihan kelola ini bisa meningkatkan biaya, yang tujuan akhirnya adalah optimalisasi devisa. Kalau kita punya perusahaan BUMN, maaf ya perusahaan BUMN tidak bisa memperbaiki neraca perjalanan kita berarti audit. Mereka punya hasil pengeluaran dan devisa mesti lebih baik yang kita hasilkan,” kata Ahok, saat berbincang bersama Anggota DPR RI asal Riau, Arsyadjuliandi Rahman, Rabu (15/9).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan bahwa selama perjalanan pengelolaan Blok Rokan, PHR tidak bisa menjalankan sendiri perusahaan. Selain bersama BUMD Riau melalui PI 10 persen, PHR juga bisa menampung perusahaan-perusahaan lokal yang ada di Riau. Jangan sampai Pertamina membentuk anak perusahaan, sehingga kalah bersaing dengan pengusaha lokal.
“Kita ingin ratakan lapangan tanding artinya apa, setelah kita ambil alih, kemudian pengusah-pengusaha lokal mereka harus ikut berpartisipasi. Ini saya mau harapkan Pertamina ini tidak membangun anak perusahaan, untuk tunjuk anak perusahaan jadi bagian pendukung dari bisnis ini. Harusnya libatkan pengusaha-pengusaha lokal sebagai rekanan,” tutup Ahok. -dn