Sanimar Afrizal Ajak Jajaran PKK Rohil Gencarkan Cegah Stunting


Jumat, 13 Agustus 2021 - 18:38:13 WIB
Sanimar Afrizal Ajak Jajaran PKK Rohil Gencarkan Cegah Stunting Ketua TP PKK Rokan Hilir, Sanimar Afrizal ketika memberikan kata sambutan pada kunjungan ke salah satu Posyandu dalam rangka sosialisasi gerakan cegah. | Foto : istimewa.stunting

RIAUIN.COM- Beberapa tahun belakangan ini, stunting menjadi topik yang kerap  diperbincangkan banyak orang diberbagai belahan dunia, khususnya para ibu di negara berkembang.

Apa itu Stunting 
Berikut paparan Ny Sanimar Afrizal SPd Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rokan Hilir, pada kegiatan  Pembekalan dan Pemantapan Pencegahan Stunting di jajaran pengurus organisasi fungsional yang dipimpinnya.

Sanimar Afrizal menyampaikan, bahwa berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan, bahwa stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Dikarenakan suatu kondisi tertentu dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya anak sebagai generasi penerus, maka perlu dicegah dengan menciptakan kondisi yang ideal agar tumbuh kembangnya anak dapat berjalan dengan lebih baik dan sesuai dengan usianya, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang dapat menjadi investasi masa depan atau generasi yang cerdas dan bernas.

Langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, apa sajakah caranya? Simak selengkapnya berikut ini

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

    Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. 

2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

    ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat

    Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

4. Terus memantau tumbuh kembang anak

    Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

5.Selalu jaga kebersihan lingkungan

    Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut

PKK Gencar Sosialisasi Stunting

TP PKK Kabupaten Rokan Hilir menggencarkan sosialisasi pencegahan stunting, dan melakukan kunjungan rutin hingga ke pedesaan, sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting.

Hal tersebut diungkapkan Sanimar saat berkunjung ke beberapa Posyandu belum lama ini pada  acara penilaian lomba Posyandu tingkat kabupaten.

Dikatakan Sanimar, salah satu cara paling cepat menuntaskan masalah stunting, yaitu melalui gotong royong dan melibatkan banyak pihak, termasuk semua kader PKK dan masyarakat.

"Kita semua turun ke masyarakat melakukan kampanye stunting ini. Ayo kita kerja sama dengan sungguh-sungguh agar kasus stunting bisa tuntas ini bisa tuntas di Rohil," ajak Sanimar.

Selain itu, Sanimar menyampaikan keberadaan Posyandu harus bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi ibu-ibu dan para balita serta meminta para kader Posyandu untuk bekerja dengan baik serta selalu ikhlas dalam melayani masyarakat.

Disamping itu, kata Sanimar Afrizal keberhasilan yang telah ada untuk ditingkatkan serta melakukan inovasi dan terobosan dimasa pandemi yang terjadi saat ini,  termasuk inovasi dan terbosan dalam melahirkan produk yang dapat menjadi penghasilan tambahan di rumah tangga. - Advetorial