Sejumlah pemuda membantu urai kemacetan kendaraan yang melewati gang untuk menghindari penyekatan/foto:dn RIAUIN.COM - Sejak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021, terdapat beberapa titik penyekatan di beberapa ruas jalan protokol di Kota Pekanbaru.
Salah satu titik penyekatan adalah jalan Arifin Ahmad yang merukan penghubung ke jalan Sudirman. Hal ini membuat pengendara mencari jalur alternatif untuk menghindari penyekatan.
Jalur alternatif yang banyak dilewati oleh pemotor maupun pengemudi roda empat adalah gang Amal yang terletak di Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai. Gang ini merupakan short cut menuju jalan Sudirman.
Tingginya volume kendaraan yang melewati gang tersebut mengakibatkan timbulnya kemacetan. Melihat hal ini, sejumlah pemuda setempat tergerak untuk berpartisipasi membantu mengurai kemacetan.
Salah seorang pemuda yang bertugas mengatakan, bahwa sejak perpanjangan PPKM level 4, gang Amal ramai dilewati oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
"Sejak PPKM tanggal 3 Agustus hingga saat ini gang Amal selalu ramai dan menimbulkan kemacetan, kami warga hanya membantu untuk mengurainya," ujar Andri, Sabtu (7/8/2021).
Andri menyebutkan bahwa kemacetan sering terjadi sejak pagi hingga siang, terlebih pada jam sibuk di hari kerja.
"Dari jam 07.00 hingga jam 09.00 WIB gang Amal selalu macet dan padat kendaraan," tambahnya.
Disinggung mengenai kotak sumbangan yang diajukan ke pengendara, Andri menjelaskan bahwa dirinya bersama pemuda lainnya meminta sumbangan secara sukarela dari pengendara yang melewati gang tersebut.
"Kami tidak pernah memaksa pengendara untuk membayar, kami hanya menerima se-iklasnya, kalau tidak ada yang memberi, tidak apa-apa," jelasnya.
Lebih lanjut Andri menuturkan bahwa uang hasil sumbangan dari pengendara tersebut, dibagi secara merata kepada anggota yang bertugas. Biasanya, menurut Andri, mereka bertugas secara bergantian dan terdiri dari beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompok berjumlah empat orang.
"Biasanya siang, setelah terkumpul uangnya kami bagi rata bersama dan digunakan untuk penambah keperluan sehari-hari," tutupnya. -dn