Badai Pasir Setinggi 100 Meter Telan Kota Dunghuang-China, Warga Tidak Bisa Melihat Matahari


Rabu, 28 Juli 2021 - 13:40:45 WIB
Badai Pasir Setinggi 100 Meter Telan Kota Dunghuang-China, Warga Tidak Bisa Melihat Matahari Badai pasir telan kota Dunghuang, China/foto:aljazeera

RIAUIN.COM - Badai pasir setinggi lebih dari 300 kaki 'menelan' sebuah kota di pinggiran gurun Gobi di barat laut China. Badai pasir tersebut telah mengubah langit menjadi kuning dan mengurangi jarak pandang hingga kurang dari lima meter di Kota Dunhuang.

Warga mengaku tak bisa melihat cahaya matahari akibat badai pasir di China tersebut.
Dilansir dari AFP, Selasa (27/7/2021), Kota Dunhuang merupakan tempat wisata dengan sejarah penuh warna. Sebagai pos terdepan 'Jalur Sutra', Kota tersebut menghilang sejenak 'ditelan' awan debu saat badai pasir di China melanda.

Seorang warga, Zhang, mengatakan kepada media lokal Jimu News kalau badai pasir itu datang tiba-tiba dan menyapu kota dalam lima atau enam menit.

"Saya tidak bisa melihat matahari," katanya.

Dia juga mengatakan, kota di Provinsi Gansu itu tidak pernah mengalami badai pasir seperti itu dalam beberapa tahun.

"Awalnya saya diselimuti debu kuning badai pasir, lalu berubah menjadi merah dan akhirnya hitam," ujarnya.

Dunhuang adalah rumah bagi beberapa tempat wisata utama termasuk Gua Mogao, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO dengan ukiran Buddha kuno dan bentang alam gurun yang mencolok.

Menurut kantor berita pemerintah China News Service, badai pasir biasa terjadi di wilayah itu setiap musim semi. Badai pasir di China jarang terjadi di musim panas seperti saat ini.

Saat ini, polisi terpaksa menutup jalan sementara ratusan pengemudi meninggalkan kendaraan mereka untuk mencari perlindungan yang lebih aman dari pasir. -dn