Lagi, Warga Ambil Secara Paksa Jenazah Pasien COVID-19 yang Akan Dimakamkan


Selasa, 06 Juli 2021 - 14:17:12 WIB
Lagi, Warga Ambil Secara Paksa Jenazah Pasien COVID-19 yang Akan Dimakamkan Warga mengambil secara paksa jenazah pasien COVID-19 ketika hendak dimakamkan/scr

RIAUIN.COM - Viral beredar di media sosial, sebauh video yang memperlihatkan detik-detik warga mengambil paksa jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19. Diketahui, kejadian ini terjadi Covid di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (03/07/21) kemarin.

Dalam video yang berdurasi 42 detik itu memperlihatkan bahwa petugas dengan pakaian APD lengkap hendak memakamkan jenazah yang diduga meninggal dunia karena terpapar virus corona.

Warga yang tidak ingin pelaksanaan pemakaman dilaksanakan sesuai protokol kesehatan itu, beramai-ramai mengepung dan mendatangi lokasi penguburan.Sejumlah dari mereka ada yang berteriak histeris dan ada juga yang menangis. Tampak di dalam video yang beredar, sekumpulan warga tersebut juga tidak menggunakan masker dan menimbulkan kerumunan didekan ambulan yang menghantarkan jenazah.

Karena banyaknya massa, petugas tidak sanggup untuk berbuat apa-apa. Akhirnya, jenazah yang akan dimakamkan sesuai protokol COVID-19 itu dibawa kabur oleh warga. Hal ini memicu beragam komentar dari warganet yang geram akan aksi itu.

Salah satu netizen dengan akun @indraiboy46 merasa bingung dan merasa heran.

"Bingung saya, jelas virus covid itu ada, tapi mereka tetap ga percaya ya Allah, awalnya saya juga ga percaya dengan ada nya covid atau virus setelah saya lihat keadaan temen saya yang dokter hewan baru saya merasa waswas dan takut, tapi pesan dari temen saya jangan panik dan jangan takut hadapin dengan biasa saja seperti virus sars yang waktu dlu,", tulisnya.

Akun @humor.info_update menyayangkan aksi tersebut, ia menuturkan bahwa para pelaku pengambilan paksa jenazah tersebut tidak menghargai pekerjaan para petugas kesehatan tersebut.

 "Kasian para petugas kesehatannya, kayak dilecehin aja kerja mereka, besok2 tandai klo keluarga yang maksa itu parah covidnya taro aja di priotas akhir," tulisnya. -dn