PEKANBARU, Riauin.com - Investasi senilai Rp400 miliar di Kota Pekanbaru terbuang sia-sia. Investasi sebesar itu hilang lantaran pelayanan izin dinilai cukup lambat.
Hal itu diakui Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi kepada wartawan, Kamis (6/7/2017). Ia mengakui Pemko lalai dalam mengeluarkan izin.
"Sampai ada investor yang tidak jadi menanamkan modalnya hampir senilai Rp400 miliar," kata Ayat Cahyadi saat ditanya soal perombakan pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Ia tidak menampik, perombakan itu akibat tidak maksimalnya kinerja pejabat di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena itu, perombakan dilakuk`an sebagai bentuk memaksimalkan pelayanan.
"Termasuk pelayanan pada investor yang dianggap perlu diperbaiki sehingga hal serupa tidak terjadi kembali," jelasnya.
Ayat mengaku, Walikota Pekanbaru Firdaus sudah mengantongi sejumlah OPD yang harus dievaluasi dan dilakukan pergantian. "Intinya beliau tegas, langsung copot dan evaluasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru M Jamil saat dikinfirmasi membenarkan ada calon investor yang mengurungkan niat untuk menanamkan investasinya sebesar Rp400 miliar.
"Memang ada semacam 'keteledoran' kita, salah satu OPD teknis yang tidak mencarikan jalan keluar saat menghadapi kendala. Sehingga investor merasa tidak terlayani dan dihargai," jelas Jamil.
Ia mengakui kejadian ini terjadi pada tahun lalu. Investasi yang dimaksud menurut Jamil bergerak di bidang perhotelan. Belajar dari hal itu, tahun ini kata Jamil Pemko akan bergerak cepat menangkap peluang yang ada.
"Pak Firdaus dan Pak Ayat meminta kita lebih cepat dalam melakukan pelayanan, termasuk menambah ASN (aparatur sipil negara) yang lebih kompeten," imbuhnya. (hrc)