DPRD Kuansing Minta Organisasi PGRI Jangan Mau Dipolitisasi


Jumat, 16 Juni 2017 - 07:45:30 WIB
DPRD Kuansing Minta Organisasi PGRI Jangan Mau Dipolitisasi
TELUK KUANTAN, Riauin.com - Komisi A DPRD Kuansing pada Kamis (16/6/2017) terima kunjungan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuantan Singingi.

Pertemuan yang digelar di ruang hearing DPRD Kuansing dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, dihadiri Wakil ketua DPRD Alhamra, anggota DPRD Kuansing Erdizal dan Maspar Mahmur. Dari PGRI hadir Ketua PGRI Kuansing DR Yusri Rasul beserta pengurus.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan Musliadi, ini merupakan langkah awal untuk memperbaiki dunia pendidikan Kuansing yang tengah anjlok, terutama peringkat UN se-Riau. Kedepan politisi PKB ini berharap, guru tidak lagi dipolitisasi.

"DPRD siap memperjuangkan apapun yang menjadi kebutuhan guru, baik itu masalah kesejateraan guru, masalah yang dihadapi guru maupun memperbaiki dunia pendidikan, termasuk memperjuangkan infrastruktur pendidikan agarlebih baik kedepannya," ujar Musliadi dihadapan pengurus PGRI Kuansing. 

Disampaikan Musliadi, pihaknya di DPRD juga akan memperjuangkan anggaran untuk dunia pendidikan baik itu di APBD Perubahan maupun di murni 2018 mendatang.

"Untuk dimurni DPRD akan memperjuangkan anggaran Rp 16 miliar untuk dunia pendidikan Kuansing terutama untuk SMP dan MTs," katanya.

Kata Musliadi, demi untuk meningkatkan mutu pendidikan Kuansing dan sebagai upaya ketertinggalan terutama dunia pendidikan yang terus merosot, pihaknya juga akan memperjuangkan anggaran untuk PGRI Kuansing.

Kemudian terkait adanya aspirasi dari PGRI agar diperjuangkan kendraan operasional, DPRD juga akan memperjuangkan.

"Kalau tidak ada dari pemerintah, PGRI bisa gunakan mobnas DPRD untuk diperbaiki dan ini bisa jadi kendraan operasional untuk sementara waktu,"ujarnya.

DPRD juga berharap, agar PGRI menjadi organisasi yang akan memperjuangkan hak-hak guru.

"Jangan mau dipolitisasi, PGRI harus perjuangkan hak guru dan majukan dunia pendidikan," harapnya.(hrc)